Category : Gamification

HomeArchive by Category "Gamification" (Page 6)
Read More
business training

Employee Engagement: Recognizing Everyday Heroes

Through their article released on their web, Think Smart One explained about the importance on recognition in engaging employee:

Banyak perusahaan mengalami masalah dengan keterlibatan karyawan. Kurangnya keterlibatan karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan karena tidak diperhatikan oleh atasannya dan kurangnya penghargaan dari perusahaan atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Hal ini akan menyebabkan kinerja kolektif perusahaan tidak akan optimal dan target perusahaan tidak akan tercapai dengan baik.

Memotivasi karyawan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan Recognition (pengakuan) serta Reward (hadiah). Pemberian pengakuan dari atasan dapat memberikan perbedaan yang besar, baik dari sisi moral dan pekerjaan, terutama untuk karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang sifatnya rutinitas. Mereka kadang merasa pekerjaannya tidak diapresiasi dan dihargai. Menurut penelitian yang dilakukan Gallup di tahun 2001, salah satu alasan utama mengapa karyawan meninggalkan pekerjaannya adalah karena merasa kurang diapresiasi. Menambahkan elemen hadiah pada pemberian apresiasi akan meningkatkan motivasi kerja karyawan. Hadiah tidak harus selalu dalam bentuk materi, namun bisa dalam bentuk liburan atau bonus lainnya.

Gamification mampu memadukan unsur Recognition dan Reward dalam bentuk kompetisi. Manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik dari yang lain dan ingin berkompetisi jika diberikan saran dan tanggapan yang langsung. Dengan memasukkan unsur gamification dalam pekerjaan, rutinitas yang biasanya terasa membosankan akan menjadi lebih menyenangkan, terutama dengan tambahan kompetisi yang sehat antar karyawan.

Read the complete article here

Read More
work training

The Power of Gamified Content in Training Courses

On their latest article, HR Zone talked about how to implement gamification in training course :

Di dalam diri setiap orang, ada seorang anak kecil yang bersembunyi, dan anak kecil ini selalu ingin bersenang-senang dan bermain. Anak kecil ini bisa menemukan kesenangan dimana saja dan kapan saja, termasuk saat bekerja. Dengan mengaplikasikan gamification dan mengeluarkan sisi anak kecil di tiap orang, training perusahaan yang membosankan akan lebih menyenangkan dan memudahkan karyawan untuk menerima informasi dengan cara yang lebih efektif.

Bermain dapat membuat training menjadi lebih menarik dengan menambahkan elemen kompetisi atau tantangan di dalamnya. Kebanyakan orang tertarik dengan tantangan, karena itu adalah cara untuk membuktikan kepada orang lain bahwa mereka mampu menyelesaikannnya. Motivasi intrinsik untuk mendapatkan pengetahuan tidak selalu cukup bagi karyawan untuk mengikuti training perusahaan. Jika coach training ingin menghasilkan training yang sukses, mereka harus mampu menciptakan training yang menarik dan yang terpenting, mampu memotivasi peserta dan membuat mereka tetap fokus. Konten yang diberi gamification adalah motivator yang baik karena mampu menciptakan beberapa kompetisi dalam prosesnya. Peserta dapat berkompetisi dengan sistem, peserta lainnya, atau bahkan melawan diri sendiri.

Jika coach trainingin ingin menggunakan potensi game tertinggi, mereka harus menyadari bahwa game digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Game tersebut harus memiliki peraturan yang jelas bagi seluruh peserta training yang kemudian harus diikuti oleh semuanya. Selain itu, perlu ada hadiah yang berarti bagi peserta, dengan nilai yang nyata, untuk memotivasi karyawan agar aktif mengikuti training.

Read the complete article here

Read More
Employee Training Programs

Anatomy Of An Ideal Gamification Design For Corporate Training

Indusgeeks posted an article on their blog on how to design a gamification for corporate training:

Gamification telah mentransformasi cara sebuah perusahaan melakukan training dan pengalaman belajar di dalamnya. Gamification dengan menggunakan simulasi dapat membuat karyawan lebih terlibat dalam training dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik. Karyawan juga diberikan tantangan dan saran/kritik atas kinerja kerjanya secara langsung. Jika mereka bekerja dengan baik, maka ada hadiah yang akan diberikan sehingga diharapkan adanya peningkatan kemampuan karyawan.

Motivasi yang didasari kehidupan sosial dan elemen fun dapat diintegrasikan dengan tugas-tugas yang sering dikerjakan tiap hari. Gamification dapat didesain lewat tantangan kecil namun sering sehingga bisa memotivasi karyawan untuk berani mengambil resiko dan menghadapi tantangan dengan resiko kecil dan lingkungan yang aman. Yang terpenting juga adalah interaksi antar karyawan juga dilibatkan sehingga tercipta kompetisi yang sehat.

Menambahkan elemen feedback dalam gamification dapat menjadi hal yang rumit. Yang perlu diingat adalah tidak perlu memberitahukan karyawan apakah pekerjaan mereka berhasil atau gagal. Ubahlah dengan feedback atau saran/kritik yang menunjukkan yang sudah baik dan yang bisa diperbaiki ke depannya. Sebagai konsekuensinya, atasan harus bisa membantu karyawan untuk dapat meningkatkan kinerja kerja.

Read the complete article here

Read More
Employee Training

Workplace Gamification Driving Employee Engagement

Futurum featured an article written by Daniel Newman about his insights in workplace gamification:

Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh transformasi bisnis 70%-nya gagal dilakukan karena kurangnya employee engagement atau keterlibatan karyawan. Dapat dipastikan bahwa sebuah bisnis akan baik jika karyawannya baik, dan memotivasi karyawan bisa menjadi sebuah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. Inilah yang menjadikan konsep gamification penting untuk dilakukan.

Gamification bukan berarti mengubah tempat kerja menjadi sebuah tempat bermain game. Prinsipnya sama dengan bermain game berjam-jam untuk memperbaiki nilai dan menjadi pemenang. Gamification di tempat kerja bersentuhan langsung dengan motivasi intrinsik karyawan untuk berkompetisi sehingga mereka akan bekerja lebih baik.

Terdapat 3 elemen penting untuk membuat gamification di lingkup kerja menjadi efektif:

  • Manajemen kinerja kerja secara real-time

Lewat gamification, saran dan masukan dari hasil kerja karyawan dapat langsung dilakukan sehingga bisa meningkatkan kinerja kerja karyawan agar lebih baik lagi.

  • Obyektivitas dan keadilan

Agar penilaian kinerja kerja karyawan tidak menjadi hal yang subyektif, gamification dapat diterapkan sehingga hasil penilaian menjadi lebih adil dan obyektif. Real-time KPI dapat membuat penilaian kinerja kerja dapat langsung dilakukan, dan sebaliknya, karyawan akan berusaha untuk melakukan pekerjaan secara lebih serius karena hasil pekerjaannya menunjukkan performa bekerjanya.

  • Transparansi

Setiap pekerja dapat memiliki akses untuk melihat hasil kerja teman kerja. Hal ini tidak hanya menciptakan kompetisi, tapi juga menciptakan standar yang jelas akan hasil pekerjaan yang baik.

Read the complete article here

Read More
company training

How Gamification Can Improve HR Management

On August, The Balance released an article about improving HR management using gamification:

Gamification telah mendapat banyak perhatian karena mampu melibatkan pelanggan dalam bisnis dan membangun loyalitas dalam perusahaan. Meski masih banyak yang skeptis dengan penggunaan konsep game dalam bisnis, sudah mulai banyak perusahaan yang mengimplementasikan gamification di berbagai bidang. Tidak hanya dalam hubungan antara bisnis dan pelanggan, tetapi juga memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik.

Cara kerja gamification adalah dengan menggunakan teknik yang memotivasi suatu perubahan sikap pada sebuah aktivitas non-game. Program gamification yang efektif menyerupai program loyalitas/membership di sebuah toko yang dilengkapi dengan poin, badge dan papan ranking untuk mencapai target bisnis yang nyata. Meski gamification mudah diterapkan di divisi sales dan customer support sebuah perusahaan, divisi lain yang juga mudah menerapkan gamification adalah di divisi Human Resource untuk memotivasi karyawan mengerjakan tugas penting yang kadang membosankan.

Ada beberapa cara tim HR dapat menggunakan gamification untuk mencapai target bisnis. Yang pertama adalah dengan menambahkan pengalaman gamification dalam training HR yang biasanya malas diikuti oleh karyawan. Karyawan bisa mendapatkan poin jika mengikuti training dan mengerjakan tugas yang diberikan. Bagi karyawan yang menyelesaikan serangkaian training akan mendapat hadiah. Selain itu, gamification dapat digunakan untuk mempererat hubungan antar karyawan dengan adanya pemberian hadiah bagi yang berkolaborasi dengan karyawan dari divisi lain atau aktif dalam memberikan saran dalam tiap proses pembangunan produk.

Read the complete article here

Read More
happy team

Achievement Unlocked: How to Win at Work with Gamification

Growth Business talked about using gamification to create a fun workplace:

Gamification tidak hanya sekedar tren sementara. Berbagai industri bisnis telah memperbaiki banyak hal dengan mengaplikasikan gamification. Perusahaan yang mengubah rutinitas hariannya menjadi sebuah aktivitas game melaporkan bahwa karyawannya menjadi lebih bahagia dan lebih terlibat dalam tiap pekerjaannya sehingga produktivitas meningkat. Lewat gamification, pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan lebih terukur kemajuannya.

Gamification melibatkan perubahan tugas yang membosankan, seperti mengisi formulir, membalas e-mali atau menulis jadwal, menjadi lebih menyenangkan dengan menciptakan target dan hadiah yang dapat diperoleh siapa saja. Namun, diperlukan desain gamification yang matang agar didapat hasil yang diinginkan karena riset dari Gartner membuktikan 80% program gamification gagal karena desain yang kurang baik.

Dalam mengaplikasikan gamification, tidak semua proses kerja harus dirubah. Mulailah dari pekerjaan yang paling membosankan dan repetitif yang biasa dilakukan karyawan. Buatlah pekerjaan tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan, berarti dan memiliki unsur kompetisi tetapi jangan sampai terlalu kompetitif agar tidak mengurangi motivasi karyawan.

Read the complete article here

Read More
Teamwork in the office

Gaming Your Way To Productivity

Business2Community recently released an article about increasing productivity in workplace through gamification:

Kesuksesan Pokémon Go menunjukkan bahwa tujuan yang sederhana dapat memotivasi sekumpulan orang untuk berkeliling. Permainan memiliki kekuatan yang besar untuk membuat orang melakukan hal yang biasanya mereka tidak lakukan. Beberapa perusahaan menyadari manfaat ini dan telah menciptakan aktivitas internal perusahaan untuk membuat tim sales termotivasi. Gamification di perusahaan dapat membuat karyawan melihat target individual serta perusahaan dan adanya penghargaan atau hadiah menjadi alasan sederhana agar mereka mau berusaha keras untuk mencapai target. Maka, gamification bisa juga diaplikasikan pada departemen selain sales untuk meningkatkan produktivitas.

Game yang sukses memasukkan progresi sebagai komponen utama. Ketika pemain masuk ke dalam game, mereka ingin merasa bahwa aksi yang dilakukan memiliki arti dan membuat mereka mencapai ke satu titik tertentu. Untuk dapat memotivasi karyawan, setiap pekerjaan yang dilakukan harus memiliki sebuah insentif. Semakin tugasnya sulit dan memakan waktu, semakin banyak poin yang didapat. Menyelesaikan laporan, membalas e-mail dari klien atau pekerjaan kecil lainnya dapat menjadi lebih berarti yang kemudian akan menciptakan motivasi untuk dilakukan terus menerus. Jika karyawan tersebut tidak menyukai suatu pekerjaan tertentu, adanya insentif pada pekerjaan tersebut dapat membuat mereka melakukannya.

Dengan adanya implementasi gamification di departemen selain sales, perusahaan dapat meningkatkan performa divisi secara keseluruhan. Karyawan akan merasa senang dengan poin yang dikumpulkan karena hal tersebut membuat mereka merasa setiap pekerjaan yang dilakukan dihargai. Selanjutnya, karyawan akan terus merasa ingin bekerja lebih baik dan membatu sesama karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga dapat meraih poin yang lebih banyak bersama-sama.

Read the complete article here

Read More
team 5

How Gamification Will Improve Your Business

An article about improving business using gamification was released by Hooptap Labs:

Menurut firma riset Forrester, gamification adalah pengaplikasian mekanika dan dinamika game dalam aktivitas non-game untuk mendorong perilaku yang diinginkan. Gamifiation memiliki kapasitas untuk mengubah rutinitas yang membosankan menjadi sebuah petualangan baru. Hal ini memberikan tantangan yang dibutuhkan orang untuk memotivasi diri dengan menggunakan sisi psikologis manusia yang senang terlibat dalam sebuah permainan.

Penggunaan gamification dapat menjadi sebuah solusi untuk perubahan keterlibatan dan perilaku karena gamification didesain untuk meningkatkan komunikasi dan menstimulasi pemikiran inovatif dan munculnya ide-ide baru. Salah satu konsep utama dalam gamification adalah “Reward System”. Untuk mendapatkan manfaat gamification, karyawan diberikan hadiah berupa poin atau badge. Ranking atau enaikan level dapat juga digunakan untuk menciptakan kompetisi yang sehat serta meningkatkan partisipasi.

Gamification dapat menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan dan melibatkan banyak orang. Salah satu manfaat utamanya adalah menciptakan loyalitas sehingga tercipta hubungan yang erat antara perusahaan dengan karyawan.

Read the complete article here

Read More
BTPN 2

Sales Motivation Training for BTPN

Main Learn Lab team got a chance to give a Sales Motivation training for new recruits of BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional). The 70 new recruits are Jenius Advisor, who advising the new user of BTPN’s digital banking application “Jenius”. Beside giving learning material about sales motivation, the training also include game session using game that relates with the topic. For sales motivation training, Main Learn Lab team using Snake Oil: Elixir by Jeff Ochs.

For one hour, participants were taking turn as seller and customer. As a seller, they should sell their products to customer and persuade them for 30 seconds. As a customer, they should listen to seller’s offer and choose which seller that has the most innovative products and persuasion. Through this game, participants’ creativity were challenged to create the most innovative products and they need to sell it to various customers.

BTPN 2-1

Read More
BTPN 3

Customer Relationship Training for BTPN

Main Learn Lab team got a chance to give a Customer Relationship training for new recruits of BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional). The 70 new recruits are Jenius Advisor, who advising the new user of BTPN’s digital banking application “Jenius”. Beside giving learning material about customer relationship, the training also include game session using game that relates with the topic. For customer relationship training, Main Learn Lab team using Dark Stories by Holger Bösch that has been modified.

For one hour, participants were actively involved to find out the real stories of each case. They need to ask a yes/no question to the game master so they can get more clues and answer the background of the story. By playing this game, participants are encouraged to ask the right question regarding the case so they can get more clues. It’s basically the same thing with customer relationship, where they need to ask the right question to the customer so they know what exactly what they want.

BTPN 3-1