Category : Gamification

HomeArchive by Category "Gamification"
Read More
Employee Training

Gamification: Playing Your Way to Better Employee Engagement

HR Technologist published an article about using the impact of gamification in Human Resource:

Dari hasil riset Gallup, kinerja kerja karyawan yang 147% lebih baik dan 37% lebih sedikit karyawan yang absen adalah keuntungan yang bisa didapat dari program keterlibatan karyawan (employee engagement) yang bagus. Namun meski hasilnya jelas, kurang dari 50% atasan perusahaan yang tahu cara memperbaikinya. Dan gamification bisa menjadi salah satu caranya.

Gamification adalah tren yang sedang berkembang dalam lingkup keterlibatan karyawan yang menggunakan lingkungan digital untuk membantu karyawan mencapai suatu target dan tujuan. Karyawan seperti bermain game yang menawarkan poin, status dan hadiaah sambil mereka memperbaiki ketrampilan, tujuan dan target yang ingin dicapai perusahaan. Teorinya, semua orang senang bermain game dan kompetisi sehat yang berhadiah di akhir.

Jika digunakan secara efektif, gamification memberikan kelebihan yang membuat karyawan lebih terlibat di perusahan. Kelebihan tersebut antara lain adalah kolaborasi, kompetisi, poin, level, target, saran yang cepat dan transparansi. Karyawan akan termotivasi untuk belajar ketrampilan, perilaku dan cara berpikir baru dalam menyelesaikan masalah dengan cara memecah pekerjaan yang kompleks menjadi pekerjaan kecil yang lebih mudah dipelajari bagi otak, tanpa stress yang berlebihan.

Sistem gamification bisa digunakan di berbagai divisi perusahaan. Divisi Learning and Development bisa menggunakan gamification untuk mempelajari ketrampilan yang baru serta mampu meningkatkan retensi dan hasil. Divisi Human Resources dapat menggunakan gamification untuk melacak dan mempelajari ulang performa kerja karyawan, menciptakan ketrampilan kepemimpinan, dan menyediakan apresiasi. Selain itu gamification bisa digunakan untuk meningkatkan kerjasama dan kreativitas tim serta mengingatkan kembali karyawan tentang budaya perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
company training

Gamification: A Game Changer for HR

HR Technologist published an article about using the impact of gamification in Human Resource:

Gamification adalah alat yang menarik serta mampu memikat pemain dengan menciptakan pengalaman yang mendalam dan menarik. Jika dirancang dengan baik, gamification mampu mendorong pembelajaran dan retensi yang lebih besar. Tidak heran jika gamification menjadi tren di tempat kerja sebagai tambahan untuk melakukan intervensi SDM dan bisnis yang berbeda. Beberapa perusahaan menambahkannya ke dalam proses onboarding untuk membantu karyawan baru melebur dengan rekan kantornya yang lain. Sedangkan yang lainnya ada yang menggunakannya sebagai alat uji coba, untuk membantu karyawan mencoba berbagai tujuan organisasi melalui simulasi dan melihat mana yang paling sesuai.

Perusahaan mulai sadar bahwa gamification mungkin dapat menjadi solusi untuk pembelajaran di lingkungan kerja. Tren ini semakin nampak dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyediakan jasa gamification untuk menciptakan pengalaman yang nyata bagi karyawan. Seperti halnya yang dilakukan Asurion, sebuah perusahaan teknologi asal Nashville yang memasukkan unsur gamification bagi training karyawan baru. Asurio menciptakan permainan dimana karyawan baru dikunci dalam satu ruangan dan cara untuk keluar adalah dengan menyelesaikan berbagai tugas dengan kompleksitas yang beragam. Cara ini menciptakan koneksi antara karyawan dengan perusahaan serta menciptakan kolaborasi antar karyawan lewat cara yang kreatif.

Tidak ada batasan dalam pemakaian teknologi di bidang Human Resource. Semua tergantung pada para ahli HR untuk menyadari perkembangan teknologi dan berpikir di luar kepala mengenai cara terbaik untuk menarik, melibatkan dan mempertahankan talenta terbaik untuk perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
gamified work

Why Use Gamification in Employee Engagement?

HRZone published an article about the benefit of implementing gamification in workplace for engaging employee:

Karyawan yang merasa terlibat dalam pekerjaannya akan menjadi lebih produktif dan sukses, lebih jarang mengambil cuti dan lebih sedikit kemungkinan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Namun jika anda memiliki permasalahan keterlibatan yang serius, bagaimana anda menyelesaikannya? Mungkin membuatnya menjadi permainan adalah jawabannya!

Gamification lebih dari sekedar sebuah kesenangan dan permainan. Gamification adalah tentang pengimplementasian elemen game (poin, hadiah, kompetisi, kolaborasi) ke dalam sistem bisnis. Ini lebih dari sekedar membuat pekerjaan menjadi menyenangkan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang menggunakan gamification untuk meningkatkan penjualan, memperbaiki layanan pelanggan dan melatih karyawan dalam sesi training.

Gamification bekerja dengan cara yang sama seperti bermain yang sangat dinikmati. Gamification menciptakan rasa kepuasan pada partisipan yang terlibat dan dengan adanya tantangan yang semakin sulit, dengan hadiah yang semakin besar, peserta akan terus terlibat tanpa merasa stagnan. Dengan menawarkan pengakuan berupa badge, papan ranking dan metode lainnya, anda bisa mendorong karyawan untuk merasa bangga akan pencapaian mereka yang kemudian bisa berdampak pada meningkatnya motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.

Read the complete article here.

Read More
happy team

The Role of Gamification for the Workforce

Originally from DELITÉ Advisory & Partners blog, HR Tech Con published an article about how gamification can help improving workforce:

Gamification telah mendapat banyak perhatian sebagai salah satu cara untuk melibatkan pelanggan dalam membangun loyalitas. Ketika banyak dari kita yang masih berusaha memahami bagaimana bermain dapat memberi dampak nyata pada bisnis, beberapa perusahaan yang telah mengimplementasikan gamification menemukan banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah meningkatkan motivasi dan mempengaruhi perilaku pelanggan.

Gamification adalah penggunaan mekanik dan desain game ke dalam konteks non-game untuk melibatkan user dalam pemecahan masalah dan meningkatkan kontribusi user. Berdasakarkan Wikipedia, gamification menggunakan pendekatan empati (contohnya Design Thinking) untuk mengenalkan, merubah dan menjalankan sistem dimana pemain dapat memasuki pengalaman bermain untuk mendukung pengetahuan nilai dan budaya karyawan. Mekanik game yang digunakan termasuk papan ranking, badge dan level.

Ada 2 macam gamification yang bisa diimplementasikan dalam perusahaan: structural gamification dan serious games. Dalam structural gamification, elemen game (badge, level, poin) dimasukkan ke dalam aktivitas dan proses. Serious games adalah ketika game atau simulasi diciptakan untuk kebutuhan selain entertainment, seperti rekrutmen, training, pengembangan serta motivasi, dengna tujuan meningkatkan keterlibatan karyawan dalam perusahaan.

Lewat gamification, perusahaan dapat mendorong perubahan performa yang baik secara konstan dan dampak perubahan perilaku karyawan dapat diukur. Dengan menggabungkan mekanik game dengan teknologi, perusahaan dapat menyelaraskan karyawan dengan target perusahaan, menciptakan kolaborasi antara berbagai divisi/pihak, mempromosikan kompetisi, memastikan kepatuhan akan peraturan dan mengalokasikan kompensasi.

Read the complete article here.

Read More
Teamwork in the office

How Gamification Changed the Rules of the Game

Netherlands Romanian Chamber of Commerce posted an article about how gamification can help motvatigng employee to engage better in company:

Survey yang dilakukan oleh Gallup menunjukkan secara global 70% karyawan tidak merasa terlibat dalam pekerjaannya. Hasil yang mirip ditunjukkan oleh Deloitte, dimana lebih dari 87% manajer HR dan profesional di dunia mengalami peningkatan pada kurangnya keterlibatan karyawan di perusahaan. Di Eropa, keterlibatan karyawan semakin rendah, dengan rata-rata hanya 16% karyawan yang terlibat dengan aktivitas yang mereka lakukan di kantor, 68% karyawan tidak ikut beraktivitas dan 24% tidak terlibat dan telah menyampaikan keluhannya ke atasan.

Dalam konteks sosial, metode tradisional dalam memotivasi karyawan semakin kurang berhasil dan makin tergantikan. Perusahaan dipaksa untuk fokus pada pendekatan yang inovatif serta mengadaptsi profil psikologi generasi saat ini. Salah satu instrumen modern yang sukses dalam meningkatkan tingkat keterlibatan karyawan adalah gamification. Gamification berarti mengintegrasikan konsep dan elemen game ke dalam proses organisasi, seperti rekrutmen, training dan pengembangan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan.

Gamification dilakukan berdasarkan psikologi motivasi, yang berkaitan dengan dopamin dan hadiah. Dopamin adalah neurotransmitter yang dihasilkan secara alami oleh otak dan berperan penting dalam tingkat kebahagiaan manusia. Otak memproduksi dopamin setiap kali kita melakukan hal yang menyenangkan, termasuk mendapat hadiah. Dalam hal produktivitas, semakin banyak orang yang mencapai target, semakin banyak dopamin yang diproduksi dan karyawan akan tetap termotivasi. Gamification bekerja dalam hal ini dengan menyediakan hadiah kecil untuk mereka yang menyelesaikan tugas dan pekerjaan sederhana.

Read the complete article here.

Read More
standard-image

Gamification in Business

In their business column, Manila Times released an article about implementing gamification in business industry:

Apakah anda pernah mendengar tentang “gamification”? Istilah ini dapat didefiniskan sebagai penambahan elemen seperti game kedalam pekerjaan sehari-hari untuk mendorong tumbuhnya partisipasi. Konsep penggunaan game untuk menumbuhkan kolaborasi motivasi belajar sudah banyak diterapkan dalam sistem pendidikan, namun kini mulai memasuki industri bisnis. Gamification mulai digunakan untuk meningkatkan produktivias dan memotivasi karyawan.

Sebagai konsep, gamification telah hadir selama ratusan tahun dalam bentuk yang lain. Sebuah karya tulis dari Mark J. Nelson menyatakan bahwa gamification telah digunakan di Uni Soviet di awal abad 20. Kemudian muncul kembali saat pergantian abad 21 sebagai konsep penggunaan mekanik game ke dalam pekerjaan untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.

Dalam tingkat tertentu, menggunakan konsep gamification di industri bisnis memiliki arti orang-orang yang terlibat dalam bisnis tersebut perlu mengubah jalan pikir mereka tentang pekerjaan tersebut. Inti dari konsep gamification berkisar pada persepsi individu pada kesuksesan sebuah grup dan perusahaan sebagai suatu kesatuan. Fakta bahwa gamification dilakukan dengan menggunakaan mekanik game, seperti penghargaan dan pemberian hadiah, ke dalam struktur kerja dapat diartikan bahwa bisnis yang ingin berkembang bisa melihat “permainan” apa yang ingin mereka bentuk di dalam perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
blog-post-pic1

The Game Changer in Engagement

Telangana Today wrote an article about gamification and its relation to employee engagement:

Yu-kai Chou, pengarang “Actionable gamification: Beyond Points, Badges, and Leaderboards” berkata, “Seseorang tidak mengambil tindakan yang paling hemat, tetapi memilih tindaan yang membuat merasa merasa paling pintar.”

Menurut Bunchball, gamification adalah sebuah proses mengambil hal yang sudah ada, seperti website, pekerjaan atau komunitas, dan mengintegrasikan mekanik game didalamnya untuk memotivasi partisipasi, keterlibatan dan loyalitas. Hal ini melibatkan penempatan mekanik game dalam proses yang sudah ada untuk menghubungkan lagi hubungan antar karyawan maupun antara karyawan dengan konsumen.

Karena berdasarkan psikologi pada pembelajaran, gamification paling berguna dalam situasi dimana karyawan membutuhkan motivasi untuk mempelajari sesuatu dalam perusahaan. Kemudian selama prosesnya, dilakukan pengukuran kenaikan pengetahuan mereka. Misalnya, perusahaan dapat mengaplikasikan gamification dalam proses pembelajaran yang biasa dikenal membosankan untuk dilakukan.

Gamification menarik bagian otak yang aktif ketika diberi hadiah. Selain itu, kritik dan saran yang dibarikan dalam suasana yang menyenangkan akan lebih mudah untuk diterima. Gamification dapat memberikan pengalaman belajar yang positif sehingga lebih efektif dalam membawa perubahan perilaku.

Read the complete article here.

Read More
Office Team

Why Gamifying Employee Training Works

An article published by Training Zone dscussed the reason behind gamification for employee training:

Ketika seseorang mencari cara untuk memperbaiki program pelatihan karyawan, akan ditemui banyak artikel yang membahas gamification. Konsep yang semakin populer ini mempengaruhi pelatihan karyawan karena gamification menawarkan cara yang menarik untuk membuat training lebih masuk diakal. Dengan mengubah sesi pelatihan menjadi semacam game bagi karyawan untuk diselesaikan, para atasan akan menyadari bahwa karyawan melakukan kerja yang lebih baik dalam belajar materi baru, terlibat dalam proses pelatihan dan memulai pekerjaan dengan pemahaman yang lebih.

Pelatihan atau training rutin menjadi kewajiban bagi karyawan dan banyak dari mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan dibandingkan mengikuti sesi yang membosankan. Hasilnya, banyak karyawan yang memilih untuk melewati sesi training atau hanya mengingat beberapa materi hanya agar bisa lulus dari pelatihan. Prinsip gamification adalah mengubah pembelajaran menjadi game dan mempersilakan karyawan untuk memilih pembelajaran sebagai bentuk tantangan atau level sehingga karyawan lebih terlibat secara serius dalam mendalami materi.

Karyawan yang lebih terlibat akan lebih mudah mengingat informasi dalam jangka waktu yang lebih panjang dan lebih efektif. Mereka akan lebih mudah terlibat ketika mereka merasa terhibur atau senang dengan apa yang mereka lakukan, yang menjadi keuntungan dalam pengimplementasian gamification. Gamification membuat pelatihan menjadi lebih mudah dengan menawarkan media yang menyenangkan bagi para karyawan millenial agar tetap terlibat dan tertarik mengikuti pelatihan. Sebagai tambahan, gamification dapat dilakukan di berbagai sektor, seperti customer support, sales, IT hingga level eksekutif.

Read the complete article here.

Read More
Office Team 2

The Benefits of Gamification and An Approach for Implementation

Consultancy UK released an article about the benefits of using gamification and its implementation in workforce :

Di beberapa tahun terakhir ini, gamification telah menjadi cara yang baru dan inovatif dalam memfasilitasi perubahan strategis dan perilaku. Menurut riset dari Gartner, kini lebih dari 70% perusahaan global 2000 yang memiliki paling tidak satu pengaplikasian gamification dalam sistem mereka.

Gamification adalah proses mendorong pengadopsian suatu perilaku tertentu melalui kombinasi psikologi dan teknologi motivasional. Intinya, gamification dirancang untuk mengintegrasikan peraturan atau metode yang telah ditetapkan agar orang-orang menjadi terlibat dalam tugas atau aktivitas yang ada dengan tujuan untuk merangsang partisipasi dan keterlibatan. Proses ini mengambil teknik berbasis data yang digunakan perancang game untuk melibatkan pemain, dan menerapkannya pada pengalaman non-game untuk memimpin karyawan untuk dapat menyesuaikan perilaku yang diinginkan.

Mekanik pada gamification berdasarkan pada kebutuhan psikologi manusia seperti kebutuhan untuk bekompetensi, otonomi dan berkaitan dengan mendorong kebutuhan, keterlibatan dan partisipasi dalam aktivitas yang spesifik. Penggunaannya dalam masalah bisnis dapat dimulai dari menumbuhkan kreativitas untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong perilaku yang dapat mengurangi pengeluaran. Dengan memuaskan kebutuhan psikologi manusia, gamification dapat memotivasi pekerja untuk melakukan tugas berulang kali sambil memberi insentif berupa hadiah atau kompetisi yang sehat antar rekan kerja. Dalam menstimulasi partisipasi yang antusias, gamification dapat mempercepat transisi cara kerja yang baru sehingga nilai tambah perusahan dapat meningkat.

Read the complete article here.

Read More
Teamwork 1

The Easiest Ways To Enhance Productivity And Efficiency At Work

Forbes Middle East posted an article about ways to enhance productivity among employee at work:

Dalam industri bisnis yang dinamis saat ini, tantangan telah menjadi hal yang pasti di setiap sektor. Pasar yang sampai sekarang terus berpegang pada kekuatan motivasi diri kini berhadapan dengan tantangan produktivitas oleh generasi yang mudah bosan. Banyak faktor yang terus mempengaruhi penurunan produktivitas di tempat kerja. Lingkungan kerja yang tidak mendukung, rapat mendadak, bahaya tenggat waktu, adaptasi teknologi dan telekomunikasi yang baru dapat berpotensi menggaggu produktivitas.

Studi yang dilakukan Careerbuilder Hiring Indicator di tahun 2016 mengungkapkan bahwa karyawan berpotensi kehilangan 2-3 jam kerja yang produktif setiap harinya akibat banyaknya distraksi. Produktivitas bisa mati ketika pekerjaan tidak mampu mempertahankan minat karyawan sehingga mereka akan cepat bosan. Namun daripada terus berkutat pada masalah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengembalikan motivasi kerja karyawan.

Tidak ada satu hal yang pasti bagi karyawan yang mampu memotivasi mereka agar terus produktif. Namun produktivitas dapat dibentuk lewat visi dan target perusahaan yang dibangun lewat dinamika tim, kesempatan untuk berkembang dan jalur komunikasi yang jelas. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang menantang, memberikan apresiasi secara teratur bagi karyawan yang telah bekerja dengan baik, dan memberikan ruang bagi karyawan untuk menyuarakan pendapat dan tantangan agar lingkungan kerja yang kondusif bagi pemecahan masalah yang inovatif dan pertumbuhan terpadu dapat terwujud.

Gamification dapat digunakan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif. Lewat gamifciation, pekerjaan yang biasa terasa berat atau sulit dapat dipecah menjadi pekerjaan yang lebih kecil dan mudah sehingga dapat diselesaikan dengan lebih baik. Selain itu, gamification juga memiliki sistem penghargaan yang cepat dan mudah yang akan membuat karyawan lebih terlibat dalam pekerjaannya.

Read the complete article here.