Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya (Page 8)
Read More
teamwork

5 Statistics That Prove Gamification is the Future of the Workplace

An article at Business.com talked about statistics that prove gamification is taking the modern workplace :

Apa yang memotivasi karyawan di kantor? Pengakuan, hadiah dan kompetisi adalah motivator yang kuat. Gamification bekerja efektif karena mampu tersambung dengan motivator tersebut utuk menjaga karyawan tetap terlibat di kantor. Bisa dikatakan bahwa gamification terdiri atas 75% psikologi dan 25% teknologi, karena pada proses gamification, sisi psikologi manusia akan dipengaruhi lewat berbagai tantangan.

Inilah beberapa statistik mengenai gamification yang diterapkan di lingkungan kerja:

  • 70% transformasi bisnis gagal tercipta akibat kurangnya keterlibatan karyawan.
  • Di akhir tahun 2015, 40% organisasi Global 1000 menggunakan gamification sebagai mekanisme utama dalam mentransformasi operasi bisnis.
  • Pasar gamification dunia akan tumbuh dari $242 juta di 2012 ke $2.8 miliar di 2016.
  • 53% pemegang saham teknologi dunia mengatakan bahwa penggunaan gamification akan semakin banyak di tahun 2020.

Read the complete article here.

Read More
workforce training

Using Gamification To Power Company Success

PC Drome released an article about implementation of gamification to drive employee’s productivity:

Gamification dapat diimplementasikan dalam perusahaan untuk menampilkan perkembangan atau kemajuan dari karyawan. Cara implementasinya dalat dengan menggunakan papan yang menunjukkan siapa yang ikut serta dan yang sedang memimpin. Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan akan mendapatkan keuntungan antara lain:

  • Menjaga performa kerjaGrafik atau diagram memang informatif, tapi karyawan saat ini lebih suka pemberitahuan yang dapat dilihat oleh seluruh karyawan. Pemberitahuan dalam bentuk papan informasi tersebut dapat diperbaharui secara rutin dan tidak perlu menggunakan email atau presentasi untuk memberitahukan masing-masing karyawan. Hal ini menjadi cara yang efektif untuk mengingatkan karyawan tentang pentingnya mengutamakan fokus pada target sekaligus memotivasi karyawan untuk melihat perkembangannya sendiri.
  • Pengakuan yang berkelanjutanPemberian hadiah memang hebat, tapi seseorang tidak perlu menunggu setahun sekali untuk mendapatkannya. Penting bagi seorang karyawan untuk mengetahui posisinya di perusahaan sehingga sedikit pengakuan yang diberikan kepada karyawan akan menjadi motivator untuk bekerja lebih baik.
  • Membangun kerjasamaWalaupun saling bersaing, namun kompetisi dapat membangun kerjasama. Jika satu orang tidak bisa menyelesaikan tantangan, maka mereka bisa saling bekerjasama untuk dapat memecahkan masalah. Dengan saling bekerjasama, karyawan bisa saling menghormati satu sama yang lain. Mereka juga menjadi potensi rekan kerjanya sehingga dapat saling berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Read the complete article here.

Read More
Team leader

Achieving Employee Engagement through Gamification in the Current Globalized Business Context

An article about team & project management at Martech Advisor talked about developing employee engagement using gamification:

Ide dari gamification adalah mendorong karyawan untuk melewati batasan dan bekerja dengan potensi yang maksimal. Dalam implementasinya, elemen game ditambahkan ke dalam sistem dan aktivitas untuk memotivasi karyawan bekerja sebaik-baiknya demi mencapai target atau keinginannnya. Karenanya, dibutuhkan analisis yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh karyawan dan perusahaan. Dengan memahami keinginan kedua belah pihak, maka perusahaan dapat mengatur insentif yang sesuai sehingga dapat memotivasi karyawan untuk bekerja secara maksimal.

Gamification melibatkan sisi psikologi manusia untuk mendapat pencapaian lebih sehingga dapat menghasilkan hadiah atau pengakuan. Implementasi gamification yang baik tergantung pada pemahaman psikologi dan pemikiran yang luas sehingga data-data yang diperoleh dari analisis perusahaan dapat digunakan. Gamification tidak membuat karyawan menjadi senang melakukan aktivitas yang tidak mereka sukai, tetapi memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik dengan menggunakan insentif agar tujuan tercapai.

Terdapat 4 motivator utama yang mampu mendorong karyawan mencapai potensi maksimalnya:

  • Keinginan untuk lebih sukses
  • Keinginan untuk merasakan kemajuan
  • Keinginan untuk lebih cerdas
  • Kebutuhan untuk bersosialisasi atau ikut serta

Read the complete article here.

Read More
Happy Team

How Gamification Can Take Digital Employee Engagement to the Next Level

Net Solutions India posted an article about using gamification to elevate employee engagement:

Gamification adalah metode yang mengkombinasikan teknologi untuk memotivasi karyawan dalam melakukan sebuah tantangan. Beberapa hal yang dapat diterapkan dalam metode gamification adalah badge, papan ranking dan poin sebagai bentuk pengakuan dan pemberian hadiah. Hal ini akan membuat kebiasaan yang membosankan seperti rapat bulanan atau training menjadi lebih menyenangkan karena gamification tidak mengubah tanggung jawab dari pekerjaan tetapi menambahkan faktor “fun” di dalamnya.

Beberapa kelebihan yang dihasilkan dari pengaplikasian gamification adalah:

  • Mengedukasi karyawan lebih cepat
  • Memotivasi karyawan
  • Memperbaiki keterlibatan karyawan
  • Mengoptimalkan proses internal
  • Mencapai konversi yang lebih tinggi
  • Menciptakan pelanggan yang loyal
  • Menghasilkan omset yang lebih tinggi

Read the complete article here.

Read More
team 1

What Every Business Can Do to Be More Innovative

In last month edition of Fortune The Leadership Insider, Karen Hsu (VP of marketing at Badgeville) gave an example on how gamification can increase creativity and innovation in workspace:

Gamification dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kreativitas diantara karyawan. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan terus memperbaiki dan membangun budaya kolaborasi dan berbagi antar karyawan. Ide-ide terbaik biasa dihasilkan dari diskusi dan percakapan yang berbobot antar karyawan dari berbeda tim atau departemen. Namun, tidak semua perusahaan memiliki budaya kolaborasi tapi hal ini dapat disiasi dengan mengaplikasikan gamification. Caranya adalah membentuk sebuah komunitas karyawan dan memotivasi mereka untuk dapat berkontribusi menyumbangkan ide-ide yang dapat dikembangkan lebih jauh oleh karyawan dari berbagai departemen.

Langkah kedua adalah mengenali dan memberi penghargaan bagi karyawan yagn memiliki ide baru dan mampu mempromosikan pemikiran kreatif (creative thinking). Karyawan yang mampu menunjukkan sikap positif dan memberikan kontribusi bagi perusahaan layak diberi penghargaan. Di masa modern seperti saat ini, karyawan banyak terlibat dalam lingkungan digital dengan menggunakan berbagai aplikasi dan gawai. Maka, perusahaan dapat mengaplikasikan gamification untuk menganalisis dan memotivasi karyawan dengan membuat aplikasi yang akan sering digunakan oleh mereka di gawai masing-masing.

Cara termudah dan efektif untuk memotivasi karyawan adalah dengan menggunakan motivator intrinsik seperti reputasi, karena orang akan senang jika dirinya merasa dikenal. Dengan menggunakan strategi papan skor bagi karyawan yang ikut dan hadiah bagi yang memberikan ide terbaik, karyawan akan menjadi lebih tertarik untuk ikut terlibat dalam program tersebut.

Read the complete article here.

Read More
team 5

Gamification: Passing Trend or Pathway to Workplace Productivity?

The Street published an article about the future of gamification in workplace:

Pemilik bisnis dan CEO terus mencari cara agar karyawan tetap kompetitif, terlibat penuh dalam pekerjaan dan meningkat produktivitasnya. Insentif, kompetisi internal dan training dapat menjadi beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan, tapi beberapa tahun terakhir banyak yang mulai mengaplikasikan gamification.

Gamification memberikan pemain sebuah pengalaman yang meliputi kesadaran tentang posisi mereka saat itu, keterlibatan dalam sebuah tantangan serta pemberian hadiah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk kompetisi dan kerjasama. Dalam mendesain gamification dalam ruang lingkup kerja, harus dimasukkin berbagai unsur seperti psikologi karyawan dan data analitik untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan membangkitkan semangat.

Agar semakin efektif, mendesain gamification harus dimulai dengan menargetkan hasil yang ingin dicapai, seperti peningkatan produktivitas karyawan atau peningkatan penjualan. Kemudian perusahaan harus mendesain sistem gamification yang paling tepat untuk memotivasi karyawan untuk mencapai target tersebut. Tidak hanya karyawan saja yang harus fokus pada target tersebut, tetapi juga seluruh bagian dari perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
Happy Workplace 2

Games, Learning and The Mobility Sector

Spring 2016 edition of Re:locate magazine talked about technology development, and gamification is one of them:

Salah satu faktor yang meningkatkan pertumbuhan gamification adalah bertambahnya jumlah generasi Millenium yang masuk ke ruang lingkup kerja. Generasi Millenium memiliki pemahaman intuitif akan teknologi dan game yang membuat pengaplikasian gamification sebagai alat bantu belajar semakin meningkat. Selain itu, gamification yang menggunakan teknologi digital juga meningkatkan nilai dan manfaat dari sebuah training sehingga akan menjadi lebih efektif untuk dilakukan.

Kini gamification banyak digunakan sebagai bagian dari training program kepemimpinan (leadership training programme). Training difokuskan dalam 5 kunci sebagai seorang pemimpin, yaitu negosiasi, komunikasi, manajemen waktu, pergantian manajemen dan penyelesaian masalah. Penggunaan aplikasi ini ternyata mampu meningkatkan kepuasan karyawan akan pekerjaannya sebanyak 40% dan mengurangi rasa kelelahan serta stress akan pekerjaan sebanyak 30%.

Read the complete article here.

Read More
Team 10

Gamification in The Workplace

Liam Butler, VP Sales EMEA of SumTotal, wrote about implementing gamification in workplace at IT Pro Portal website:

Banyak yang berpendapat jika tujuan gamification adalah membuat ulang rasa bahagia yang didapat saat bermain. Tetapi sebenarnya tujuan utamanya adalah mengutilisasi keinginan untuk dapat diperhatikan dan dihargai ketika kita menunjukkan kemajuan dan perkembangan terhadap sebuah target. Karenanya, gamification dapat menjadi lebih efektif dengan penggunaan alat bantu seperti papan ranking, level dan poin. Alat ini bekerja sebagai motivator sehingga orang-orang akan tetap merasa terlibat dalam prosesnya.

Gamification dalam ruang lingkup kerja harus mampu menjaga motivasi lewat penghargaan bagi karyawan, dengan memperhatikan tingkat kompleksitas pekerjaan. Kesulitan yang paling sering dialami dalam proses bekerja adalah meningkatkan motivasi karyawan untuk belajar lebih banyak. Banyak karyawan merasa bosan saat mengikuti training dan online learning atau bahkan mereka tidak punya cukup waktu untuk mengikutinya. Maka, gamification yang diimplementasikan dalam pekerjaan bisa menjadi solusi.

Kesuksesan gamification dapat diukur dari sejauh mana mereka dapat fokus pada pekerjaan, seberapa efektif mereka bekerja jika dibandingkan dengan sebelum implementasi gamification, serta bagaimana hasil yang didapat dari proses gamification.

Read the complete article here.

Read More
Teamwork

Gamify Your Workplace For Better Engagement

Tony Ventrice, cofounder of the Behavior Lab at Badgeville, wrote about gamification on workplace at HR.BLR.com website:

Di bulan Juli 2015, 78% karyawan di dunia telah menggunakan aplikasi motivasi berbasis game untuk bekerja dan 91% dari mereka mengaku gamification meningkatkan keterlibatan, produktivitas dan kesadaran dalam bekerja. Teknik gamiication yang dilakukan antara lain kompetisi, pelatihan pembuatan target, pemberian hadiah untuk performa terbaik, statistik kesuksesan dan pengakuan status.

Dari survey tersebut, didapat hasil bahwa 95% dari karyawan tersebut mengaku menikmati pengalaman gamification dalam bekerja. 90% dari mereka menyatakan bahwa level produktifitasnya meningkat serta 86% dari mereka semakin sadar dengan target rekan kerjanya. Lewat gamiication, dorongan untuk semakin terlibat dalam pekerjaan dan motivasi untuk bekerja lebih baik akan semakin meningkat. Hal ini berlaku terutama pada generasi muda yang lebih mudah kehilangan produktivitas dan bahkan berganti pekerjaan.

Tantangan lain yang dihadapi adalah generasi muda saat ini tidak terlalu tertarik dengan hadiah uang sebagai bentuk untuk meningkatkan motivasi bekerja layaknya generasi sebelumnya. Hanya 31% yang tertarik dengan kenaikan gaji atau hadiah uang dalam bentuk lain, sedangkan 69% sisanya mengaku motivasi utamanya lebih ke arah faktor pengalaman dan pengembangan, seperti: kepuasan karena bekerja dengan baik, mendapat pengakuan dan dukungan dari rekan kerja hingga mendapat kesempatan untuk belajar. Hal ini dapat disiasati dengan penggunaan gamification untuk menjalin keterlibatan antar karyawan dan perusahaan sehingga setiap pekerjaan yang mereka lakukan dengan baik akan menimbulkan ikatan dengan perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
Team 10

Work Less, Play More… Get Results

Through their newest article in April edition, Strategic Finance talked about the implementation of gamification in workplace:

Perusahaan diseluruh dunia telah menggunakan gamification untuk banyak hal, mulai dari perekrutan karyawan, meningkatkan sales perusahaan hingga training. Tidak hanya perusahaan dari sektor bisnis saja yang mengimplementasikan gamification, tetapi dari sektor lain seperti firma akuntansi untuk rekrutmen serta sektor medis sebagai simulasi tindakan medis.

Karyawan saat ini banyak yang berasal dari Generasi Y yang lahir di antara tahun 1985 hingga 1995. Mereka membutuhkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan tidak terpaku pada seminar saja sehingga mereka tidak akan cocok dengan metode training yang diterapkan sejak tahun 1955. Salah satu bentuk pengajaran yang dapat dilakukan dalam training adalah dengan mensimulasi masalah-masalah yang terjadi di kehidupan nyata. Dalam training tersebut, karyawan akan dapat dilatih menyelesaikan masalah dengan berbagai cara dibawah supervisi atasan, sehingga mereka akan mendapat jalan keluar terbaik dalam penyelesaian suatu masalah.

Dengan membentuk suasana bekerja yang lebih menyenangkan, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan sehingga target finansial tercapai. Komunikasi antar karyawan akan semakin baik karena mereka menjadi lebih sering berinteraksi satu dengan yang lain. Keterlibatan karyawan dengan lingkungan kerja dan perusahaan akan menjadi semakin meningkat sehingga target perusahaan bisa tercapai karena semakin banyaknya target karyawan yang terpenuhi.

Read the complete article here.