Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya (Page 7)
Read More
BTPN 1

Negotiation Skill Training for BTPN

Main Learn Lab team got a chance to give a Negotiation Skill training for new recruits of BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional). The 70 new recruits are Jenius Advisor, who advising the new user of BTPN’s digital banking application “Jenius”. Beside giving learning material about negotiation skill, the training also include game session using game that relates with the topic. For Negotiation Skill training, Main Learn Lab team using Drachengold (Dragon’s Gold) by Bruno Faidutti.

For one hour, participants were actively involved in the game. The goal of the game itself is to gain the most points by collecting gems from dragons. After defeating the dragon, each participant should negotiate to divide the gems from the dragon. By playing the game, participants know how to negotiate, the tactics and how to win the negotiation.

BTPN 1-1

Read More
Happy Workplace 1

Make a Game of It: Strategies to Improve Employee Engagement

An article about using game to improve employee engagement is released on Auto Rental News:

Di kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan gamification dalam level yang berbeda-beda. Perusahaan besar menggunakan teknik gamification untuk memperbaiki penjualan dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Kini, gamification digunakan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan dan meningkatkan motivasi kerja.

Dengan menerapkan gamification, akan tercipta lingkungan kompetisi yang sehat dimana usaha akan diukur, pencapaian akan dihargai dan semua orang akan didorong untuk mencapai target yang sama. Lingkungan kerja yang baik akan membuat anggota tim berpikir, berbicara dan bekerja positif meski mereka sudah di luar jam kerja. Hal ini juga dapat mengurangi potensi karyawan yang keluar dari perusahaan akibat pekerjaannya yang tidak menyenangkan.

Gamification tidak selalu harus tentang kompetisi, tapi juga tentang mengaplikasikan prinsip dan elemen game ke dalam konteks non-game. Agar dapat diterapkan dengan baik, gamification harus fokus pada target tiap individu dan tim secara keseluruhan. Tidak boleh ada paksaan untuk mengikuti kegiatan sehingga harus dicari strategi agar karyawan mau mengikuti alur gamification yang telah diciptakan.

Read the complete article here

Read More
Office Team 2

Gamification in the Workplace: Appeal to Younger Workforce and Drive Motivation

MemeBurn wrote an article about the relation between gamification and younger workforce:

Perkembangan di dunia kerja yang saat ini sedang banyak disorot adalah penggunaan gamification untuk memonitor dan memotivasi efisiensi kerja. Prinsip dalam game yang diaplikasikan dalam lingkungan non-game dapat mengubah bagaimana individu, team dan manajer saling berinteraksi. Meski teknologi gamification berbeda dengan game populer yang ada saat ini, efeknya sama-sama menarik: memotivasi pekerja muda untuk mensimulasikan pengalaman bermain dalam pekerjaannya.

Dalam dunia kerja, gamification dapat digunakan untuk membangun sebuah sistem yang disukai pekerja muda, yaitu perilaku kompetitif untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong perbaikan kinerja secara keseluruhan. Sebagai contoh, dengan membuat papan yang menunjukkan kemajuan pekerjaan dari seluruh karyawan, siapapun dapat melihat siapa yang bekerja secara baik dan hampir mencapai target. Supervisor juga dapat memonitor performa kerja seluruh karyawan lewat papan tersebut.

Gamification dapat dilakukan dalam berbagai cara. Menggunakan prinsip game untuk memonitor dan memotivasi karyawan sudah sering dilakukan, tapi sebenarnya masih banyak potensi yang dapat digali utuk meningkatkan performa kerja perusahaan.

Read the complete article here

Read More
Happy Workplace 1

Businesses Should Embrace Gamification to Enhance Workforce Engagement

Earlier this month, OnRec released an article about enhancing workforce engagement using gamification:

Gamification dapat membantu sebuah perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan serta menjaga karyawan generasi baru untuk bertahan di perusahaan mereka. Tidak hanya dapat diaplikasikan untuk divisi sales dan marketing, gamification juga dapat diaplikasikan di divisi back office.

Pekerjaan back office dapat menjadi membosankan bagi karyawan. Dengan memberikan elemen game seperti poin untuk setiap proses pekerjaan yang diselesaikan, karyawan akan menjadi lebih bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan demi mendapat poin yang lebih tinggi. Dengan membuat pengalaman kerja menjadi lebih menyenangkan, performa bekerja akan dapat dioptimalkan tanpa harus mengorbankan bobot kerja itu sendiri. Gamification sendiri telah terbukti dapat meningkatkan tingkat produktivitas hingga 79%.

Dengan meningkatnya generasi millenial yang memasuki dunia kerja – diperkirakan akan mencapai 75% di tahun 2025 -, perusahaan perlu mengetahui apa yang dapat membuat mereka termotivasi untuk bekerja secara baik. Pasar gamification sendiri diperkirakan akan mencapai US$ 5.5 milyar di tahun 2018 seiring dengan dibutuhkannya cara untuk meningkatkan efisiensi dan keterlibatan kerja dalam perusahaan.

Read the complete article here

Read More
Office Team

Gamification in Training: Gotta Teach ‘Em All

Business2Community wrote an article about implementing gamification in various type of training:

Gamification dapat didefinisikan sebagai proses pengaplikasian konsep game ke dalam training atau pendidikan untuk membuat peserta menjadi lebih terlibat dalam proses dan terasa lebih menyenangkan. Sudah banyak training dalam sebuah perusahaan yang menggunakan konsep gamification agar karyawan bersemangat untuk belajar hal baru.

Memasukkan unsur “fun” dalam training akan membuat apa yang dipelajari menjadi menempel. Hal ini dapat mengatasi keadaan dimana antusiasme peserta menurun karena disuruh mengikuti training. Karenanya, dengan memasukkan permasalahan yang bisa dipecahkan bersama-sama atau kompetisi antar karyawan, proses training dan evaluasi materi akan mejadi lebih menyenangkan.

Terdapat beberapa cara pengimplementasian gamification dalam training. Salah satu yang paling populer adalah leaderboard adalah papan ranking, dimana karyawan dapat melihat siapa yang memiliki paling banyak kemajuan dalam tiap sesi. Selain itu, dapat pula digunakan “Wheel of Fortune” yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari tiap topik yang ada dan peserta training harus menjawab pertanyaan yang ada.

Read the complete article here.

Read More
hdr_people

Gamification: Playing to Learn

Deccan Herald released an article about how gamification helps people to learn:

Gamification merupakan pendekatan modern di bidang edukasi untuk memotivasi orang untuk belajar dengan mengimplementasikan mekanik atau elemen game. Beberapa orang menganggap bahwa gamification berarti mengembangkan sebuah game untuk meningkatkan keinginan untuk belajar. Tetapi sebenarnya gamification mengambil elemen dalam game untuk diaplikasikan dalam konteks non-game seperti pembelajaran.

Dari beberapa riset yang telah dilakukan, diketahui bahwa seorang pemain game memiliki beberapa kesamaan karakter dengan pembelajar yang baik: mudah memecahkan masalah, perhatian terhadap detail, dan gigih. Dengan mengimplementasikan beberapa elemen game dalam lingkungan belajar, belajar akan menjadi aktivitas yang lebih menarik dan orang akan dilatih untuk memiliki ketiga karakter tersebut. Gamification juga dapat membantu menciptakan interaktivitas, retensi belajar dan pengalaman yang lebih baik.

Beberapa elemen game yang dapat diimplementasi dengan mudah adalah pendekatan PBL (Points, Badges, Leaderboard). Points/Poin dapat diberikan bagi mereka yang telah menyelasaikan tugas. Badges/Medali dapat diberikan bagi mereka yang telah mencapai target. Leaderboard/Papan Peringkat dapat disiapkan untuk mengawasi kinerja tiap orang dan menciptakan kompetisi.

Read the complete article here.

Read More
gamified work

The Millennials Dream: Gamify Your Business

Liesha Petrovich on her The Huffington Post’s blog wrote a post about gamifying business:

Anda tidak perlu mendesain sebuah kantor yang menyerupai tempat bermain untuk memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik. Anda cukup membangun motivasi dan moral perusahaan lewat hal yang disukai generasi Millenial: bermain!

Gamification adalah pengimplementasian elemen game (seperti kompetisi, skor poin dan peraturan) untuk memotivasi dan meningkatkan keterlibatan. Hal ini sudah biasa dilakukan guru selama bertahun-tahun untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran di sekolah.

Walaupun tiap generasi memililki motivator yang berbeda-beda, generasi Millenial lahir dengan teknologi yang maju. Bahkan 78% persen dari generasi Millenial percaya bahwa adanya akses ke teknologi yang mereka sukai akan membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan. Mengimplementasikan mekanik game ke pekerjaan yang membosankan dapat membuat pekerjaan menjadi lebih menarik dan menyenangkan, bahkan bagi generasi non-Millenial.

Read the complete article here.

Read More
laughing coworker

Bringing Gamification to Work

DZone released an article about increasing enjoyment in work through gamification:

Harvard Business Review baru-baru ini mengeluarkan prediksi tentang pertumbuhan pengaruh game di lingkungan kerja. Dari sisi metodologi, game mampu mendorong kolaborasi dan desain di berbagai bidang.

Di Amerika Selatan, beberapa perusahaan sudah menerapkan gamification untuk memonitor performa kerja karyawannya. Gamification digabungkan dengan alat kolaborasi sosial sehingga pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan performa karyawan menjadi lebih baik. Target yang dibuat oleh manajer dapat dilakukan oleh seluruh karyawan dan akan ada hadiah yang diberikan bagi karyawan yang mampu mencapai target.

Selain diterapkan dalam pencapaian target, gamification juga diaplikasikan dalam pelatihan dan pendukung karyawan yang sulit mencapai target. Hal ini dapat membantu karyawan agar tetap berada di jalur kerja yang benar dan karyawan dapat merasa jika perusahaan mendukung serta menghargai mereka.

Read the complete article here.

Read More
teamwork

How to Make Gamification Fun for Everyone at Work

In 2014, Entrepreneur released an article about implementation of gamification in office:

Setiap orang memiliki motivator intrinsik yang sama. Gamification mempengaruhi motivator intrinsik sehingga orang mampu menginisiasi sebuah aktivitas karena hal tersebut menyenangkan. 5 motivator intrinsik yang terpenting dan dimiliki semua orang adalah:

  • Otonomi (“Saya mengontrol”)
  • Penguasaan (“Saya memperbaiki”)
  • Tujuan (“Saya membuat perbedaan”)
  • Kemajuan (“Saya mencapai”)
  • Interaksi Sosial (“Saya terhubung dengan orng lain”)

Motivator intrinsik tersebut yang membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan menjadikan orang lebih produktif.

Dengan menggunakan gamification, karyawan akan lebih termotivasi dan dihargai karena pekerjaannya menjadi lebih berarti bagi produktivitasnya dan kesuksesan perusahaan. Gamification yang dirancang dengan baik akan mampu menginspirasi karyawan untuk mencapai target bisnis yang lebih spesifik. Hasilnya dapat dimonitor dan dampak bisnis dapat diukur sehingga dapat menjadi penyemangat bagi seluruh perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
happy team

Companies Turn To Gamification To Keep Employees Happy, Healthy

Barry Hall and Ruth Hunt from Buck Consultants talked about how company can use mobile device, social media and gamification to improve employee’s wellness:

Prinsip gamification dapat diaplikasikan untuk memotivasi karyawan agar lebih terlibat dalam aktivitas yang positif. Pilihannya adalah dengan menggunakan teknologi yang dekat dengan karyawan dan dapat memenuhi kebutuhan bisnis, seperti sosial media dan/atau aplikasi digital.

Dari survey yang dilakukan Buck Consultants, 62% dari responden menggunakan gamification di perusahaannya. Dalam pengaplikasiannya, 60% menggunakan sistem kompetisi sedangkan 37% lainnya menggunakan fitur seperti game untuk meningkatkan kesejahteraan dan keterlibatan dalam pekerjaan. Hasilnya, 61% responden menilai bahwa gamification mampu meningkatkan kesehatan secara spesifik. 48% diantaranya mengaku bahwa kesehatan di lingkungan kerja meningkat secara keseluruhan dan 49% lainnya menilai kesehatan tersebut mampu meningkatkan citra perusahaan.

Opsi gamification lain yang dapat dilakukan adalah pemberian poin untuk tiap aktivitas yang dilakukan, kompetisi antar tim, membuat kuis atau training yang interaktif atau membuat game untuk mengajarkan ketrampilan kesehatan.

Read the complete article here.