Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya (Page 5)
Read More
workforce training

Making Gamification Meaningful in Learning

Training Journal posted an article about integrating game element into learning solutions to motivate learners to engage in learning:

Gamification menjadi sebuah fenomena besar di dunia bisnis saat ini hingga dekade ini disebut sebagai “The Decade of Gamification”. Perusahaan menggunakan gamification untuk meningkatkan interaksi dan loyalitas terhadap perusahaan. Ahli pendidikan mulai banyak yang menggunakan elemen game ke dalam pembelajaran untuk memotivasi pelajar agar terlibat dalam proses pembelajaran.

Memasukkan elemen game untuk memotivasi pelajaran terdengar sangat sederhana. Elemen game yang dimasukkan banyak ditemukan di game-game favorit, seperti peraturan, tantangan dan kompetisi. Selain itu adapula papan ranking, poin dan hadiah. Meski mudah, tapi untuk dapat menggunakannya dengan tepat, seorang perancang harus mampu berpikir jauh ke depan dan mengetahui elemen apa saja yang membuat mereka termotivasi dan siapa saja yang perusahaan ingin coba untuk motivasi.

Menurut pakar gamification, Sebastian Deterding, elemen kunci dari kesuksesan sebuah gamification adalah meaning atau arti. Apa yang berarti tergantung pada target. Agar menjadi berarti, pengalamann gamification harus terhubung degan taget dan keinginan target individual dan komunitas. Banyak orang termotivasi karena adanya hak untuk pamer, tapi hal tersebut hanya berlaku juga mereka dan orang lain peduli dengan pencapaian mereka. Maka ketika akan mengaplikasikan poin dan hadiah ke dalam proses pelatihan, jangan lupa pikirkan tentang siapa yang akan dilatih dan tanyakan hadiah apa yang berarti bagi mereka. Hal ini akan membantu perusahaan untuk terkoneksi dengan karyawan untuk menghadirkan kebahagiaan dan permainan ke dalam pengalaman bekerja.

Read the complete article here

Read More
work training

A Bit of Gaming at Work Will Never Hurt

The Gulf News Analysis published an article about how to keep millennial engage in work by implementing gamification:

Bayangkan jika seseorang berkata jika mengaplikasikan mekanik game ke dalam pekerjaan yang membosankan dapat benar-benar memperbaiki kinerja. Setiap tempat kerja akan menjadi menyenangkan jika ada elemen game didalamnya. Selain itu, siapa yang tidak ingin merasa menang di akhir hari. Ketika target jangka panjang digantikan dengan target pendek yang berkelanjutan, maka penghargaan dapat diberikan. Di tahun 2017, 60% dari karyawan yang bekerja berasal dari generasi millenial. Generasi ini lahir diantara tahun 1980 hingga 2000, dan menjadi prioritas bagi departemen HR untuk memahami dan menciptakan solusi manajemen pekerjaan di perusahaannya.

Kesamaan dari para millenial adalah budaya teknologi dan mereka menghabiskan banyak waktunya di depan komputer, teknologi dan internet. Generasi ini tidak perlu berada di 5% teratas sedunia untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Para karyawan millenial terbiasa untuk mendapatkan hasil yang cepat dan diberi hadiah langsung. Hal ini mengakibatkan mereka cepat frustasi dengan pekerjaan yang ada. Semakin banyak perusahaan yang berkonsultasi kepada konsultan untuk menyelesaikan masalah dengan harapan para karyawan generasi dapat memiliki fokus saat bekerja yang lebih lama daripada saat bermain.

Gamification dapat menjadi solusi dengan cara menambahkan fitur yang ada pada game ke dalam skenario bisnis. Hal ini dapat memicu stimulus yang sama seperti kesuksesan yang diraih oleh game online. Antara lain, penggunaan target jangka pendek yang mudah dicapai, bimbingan dan saran yang terus diberikan, kolaborasi dan tantangan baru yang diberikan, sehingga pekerja millenial dapat bertahan. Proses bisnis yang telah diubah modelnya membuat tiap individu dan tim untuk terus memonitor kinerja kerja dan pemberian hadiah yang dikombinasikan dengan penilaian berdasarkan pencapaian target dapat menciptakan ekosistem kerja yang menarik dimana para karyawan dapat terus berkembang.

Read the complete article here

Read More
workforce training

Gamification Revs Up Employee Engagement and Business Performance in Contact Centers

An article on Inside ARM talked about how gamification can be used to improve employee engagement and business performance:

Employee engagement, atau keterlibatan karyawan, dikenal luas sebagai hal yang esensial dalam budaya performa tinggi sebuah perusahaan. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Gallup, perusahaan dengan karyawan yang tingkat keterlibatannya tinggi mengungguli lawannya dengan 147% laba per saham dan menikmati 24-65% lebih sedikit turnover dan 37% lebih seidkit absensi. Namun berdasarkan artikel yang ditulis oleh Josh Bersin, dari sebuah studi terbaru oleh Deloitte, meski 90% eksekutif memahami pentingnya keterlibatan karyawan, kurang dari 50% yang memahami masalah dan mengetahui cara efektif untuk mengatasinya.

Contact center dan gamification adalah sebuah pasangan yang saling melengkapi. Lingkungan bisnis lainnya menyatukan banyak orang untuk melakukan rutinitas yang sama untuk sebuah objektif yang sama dengan tekanan yang sama. Kehadiran karyawan, moral, turnover dan performa keseluruhan adalah tantangan yang unik dari contact center, terutama karena gaji dan keahlian karyawan sangat rendah serta pekerjaan yang monoton sehingga menyebabkan stress. Gamification bisa mengatasi tantangan ini karena:

  1. Prinsip gamification yang umum untuk orang-orang yang berasal dari manajemen kinerja secara tradisional. Ketika inisiatif gamification diselaraskan dengan tujuan organisasi dan strategi manajemen kinerja, maka konsep akan jauh lebih mungkin untuk berhasil dilakukan.
  2. Gamification dapat memotivasi dengan memanfaatkan mekanik game untuk menginspirasi, mendorong, mempercepat pembangunan, dan mempengaruhi perilaku. Desain gamification bisa sederhana atau kompleks, sosial atau personal, dan dapat diarahkan untuk menarik kepribadian dan cara kerja.
  3. Dampak gamification mudah untuk divalidasi. Tidak semua inisiatif akan menghasilkan hasil yang luar biasa, dan beberapa mungkin gagal, namun kemampuan untuk mengukur keberhasilan dan memperbaiki hasil di masa depan akan didasari pada catatan kinerja terukur secara finansial.

Apapun tantangan terbesar dalam contact center, mulai dari kualitas, turnover, kehadiran, posisi kompetitif, profitabilitas atau hal lain, strategi gamification dapat membantu dengan cara mendorong keterlibatan karyawan, mendorong kebiaaan hidup sehat, dan mempercepat pencapaian tingkat kinerja yang lebih tinggi.

Read the complete article here

Read More
business training

The Winner Takes It All: How Gamification Can Improve Productivity

John Palfreyman, CEO of ipSCAPE, wrote an article on B&T about using gamification to improve employee’s productivity:

Fakta bahwa manusia termotivasi dengan hadiah dan perkembangan yang positif adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut berlaku mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, mengapa hal ini tidak terlihat di lingkungan kerja? Mengapa kita kehilangan kebahagiaan saat berhasil meraih sebuah pencapaian di kantor? Mungkin jawabannya ada pada situasi perusahaan yang kesulitan melacak kemajuan dan prestasi karyawan. Jumlah karyawan yang sangat banyak tidak memungkinkan perusahaan untuk merayakan keberhasilan tiap karyawan secara adil.

Dengan menggunakan keinginan manusia untuk mendapatkan hadiah, gamification adalah proses pengaplikasian mekanik game pada aktivitas rutin yang dilakuakan di perusahaan. Penggunaan gamification di perusahaan telah terbukti membantu meningkatkan keterlibatan karyawan serta produktivitas. Dari studi yang dilakukan TalentLMS, 89% karyawan yang ikut dalam survey mengaku bahwa sistem poin membantu meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan. Selain itu, 62% karyawan mengaku mereka menjadi lebih termotivasi untuk belajar dengan adanya papan ranking karena mereka memiliki kesempatan untuk berkompetisi dengan rekan kerja.

Ada beberapa tahap yang bisa dilakukan sebelum mengaplikasikan gamification di perusahaan. Pertama, kumpulkan data analitik tentang manajemen karyawan sehingga perusahaan dapat melihat kinerja kerja apa saja yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Data ini juga yang digunakan untuk menciptakan sistem poin dan dijadikan grafik yang bisa dipantau oleh seluruh karyawan lewat papan informasi. Papan informasi inilah yang mampu mendorong karyawan untuk berkompetisi secara sehat dan meningkatkan kinerja kerja. Buatlah juga sistem hadiah bagi yang berhasil mencapai target dan memiliki kinerja kerja ang paling baik.

Read the complete article here

Read More
Employee Training Programs

Gamification Is the New Norm for Employee Engagement

Through its articles, Read It Quik wrote about how gamification becomes the new norm for employee engagement:

Membuat karyawan terlibat dalam pekerjaan dan perusahaan bukanlah hal yang mudah, terutama setelah tahun pertama bekerja. Kegembiraan awal dan kesempatan untuk belajar yang baru mungkin sudah mulai berkurang, sehingga menurunkan performa bekerja dan sikap di perusahaan. Keterlibatan haruslah kontemporer, menyenangkan dan memberikan efek “menarik”. Saat ini, karyawan banyak menyukai teknologi, terutama menggunakan aplikasi dan bermain. Mengapa tidak kita gunakan “elemen yang menyenangkan” untuk menarik perhatian karyawan yang mulai menurun performanya?

Gamification untuk meningkatkan keterlibatan dapat menciptakan pengalaman yang mendalam. Selain itu, gamification dapat memenuhi target karyawan (lingkungan menyenangkan, belajar, dll.) dan target perusahaan (keterlibatan, fokus karyawan, pendidikan, dll.). Penggunaan gamificationpun bisa dibagi ke beberapa kategori tergantung dari kebutuhan perusahaan. Contohnya adalah Training and Development, Culture and Values Education, Wellness Initiatives, Process and Policy Awareness dan Productivity Enhancement.

Menurut jurnal IDA, gamification telah terbukti meningkatkan motivasi. Konsep ini tidak hanya menyenangkan untuk menarik keterlibatan, tapi juga menciptakan budaya keterbukaan, kepercayaan, dan pembelajaran antar karyawan. Perusahaan tinggal mendesain koonsep gamification dengan baik sehingga dapat diimplementasikan dengan baik pula di lingkungan kerja.

Read the complete article here

Read More
training

How To Use Gamification To Improve Employee Engagement

CIO featured an article about increasing employee engagement using gamification in workplace:

Industri bisnis telah mengetahui fakta bahwa karyawan yang lebih terlibat dalam perusahaan memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Namun data menunjukkan di Amerika hanya 30% karyawan yang memiliki rasa keterlibatan dengan perusahaan dan pekerjaannya. Manajer yang baik harus mampu membangkitkan rasa keterlibatan karyawan, tanpa perlu mementingkan berapa lama mereka telah bekerja. Bagaimana caranya agar karyawan dapat terlibat penuh dalam pekerjaan dan perusahaan?

Konsep gamification mirip dengan permainan, yaitu didesain secara khusus untuk mengaktifkan sistem hadiah bagi manusia. Developer aplikasi gamification memiliki konsep yang sama untuk membantu orang-orang untuk termotivai dalam melakukan hal-hal yang biasanya tidak semangat mereka lakukan, misalnya bekerja atau berolahraga. Para penelitipun juga menemukan, bahwa gamifciation tidak hanya mampu meningkatkan motivasi, namun juga mampu membuat orang lebih mudah mengingat sebuah ilmu serta dapat diimplementasikan dalam sebuah infrastruktur tapi mengubah sistem kerja.

Motivasi dapat dibagi ke dalam beberapa kategori, misalnya motivasi karena pencapaian, kekuatan, serta rasa kepemilikan. Banyaknya kategori motivasi memungkinkan manusia untuk memiliki lebih dari satu motivasi. Gamification dapat memenuhi kepentingan motivasi yang berbeda tersebut. Papan ranking dapat menginspirasi karyawan kompetitif, tapi tetap mengaktifkan kerjasama antar anggota tim. Tantangan harian atau mingguan dapat membangun kompetisi yang sehat dalam linkungan perusahaan yang biasanya membosankan.

Read the complete article here

Read More
Employee Training

The Gamification of Business

A latest blog post at Finance Magnates talked about how gamiication makes business stand out:

Gamification adalah penggunaan elemen pada game untuk berkompetisi, biasanya menyertakan hadiah, dan pengalamannya harus menarik dan menyenangkan seperti bermain game. Dalam bisnis, gamification dapat berarti penggunaan konsep untuk meningkatkan inovasi, membangun kampanye pemasaran yang efektif serta mendorong nilai perusahaan. Tapi, jangan tertipu dengan namanya karena perusahaan tidak boleh bermain-main.

Ada beberapa hal yang membuat game menarik untuk diaplikasikan dalam bisnis. Hal yang pertama adalah kompetisi. Lewat sistem yang menggunakan pencapaian dan ranking, karyawan dapat saling berbagi dan membandingkan prestasi dan kinerja kerja antar karyawan menuju target masing-masing dan perusahaan. Inilah yang dapat menjadi motivasi utama untuk menjaga keterlibatan dan ketertarikan. Hal yang kedua adalah status. Pemain suka mendapat pengakuan dari orang-orang di sekitar, sehingga, membuat mereka mengikuti lingkungan virtual reality yang penuh interaksi dengan teman, akan membuat ketertarikan semakin besar.

Untuk memulai mengaplikasian konsep gamification, perusahaan dapat mengambil elemen-elemen yang membuat game menarik, seperti persamaan target dan kepemilikan, tantangan dan hadiah. Kemudian elemen mekaniknya di desain agar gamification dapat dilakukan misalnya seperti ranking dan papan peringkat. Mekanik tersebut kemudian diaplikasikan ke lingkungan bekerja untuk kemudian menaikkan inisiatif karyawan serta memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik.

Read the complete article here

Read More
company training

Gamification And Social Driving Employee Collaboration And Marketing

B&T posted an article about using gamification to drive employee collaboration :

Empat tahun yang lalu, Bluewolf memulai percobaan menggunakan gamification untuk kolaborasi internal dan eksternal kantor. Bluewolf juga menjadi salah satu perusahaan yang menggunakan teknologi sosial untuk meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Hasilnya, di tahun pertama Bluewolf mencatat nilai perusahaan naik hingga US$ 1.3 trilyun setelah menggunakan teknologi sosial.

Suksesnya Bluewolf dalam meningkatkan nilai perusahaan merupakan bukti dari premis yang mereka percaya, yaitu karyawan yang bahagia akan mengarah ke pelanggan yang bahagia. Membangun keterlibatan karyawan terhadap perusahaan juga akan berdampak pada keterlibatan pelanggan terhadap perusahaan. Bluewolf sadar bahwa mereka memiliki karyawan yang hebat tetapi memiliki tantangan dalam kepemimpinan dan membangun brand. Yang dilakukan oleh Bluewolf adalah mencari cara untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi internal. Karyawan ditantang untuk membuat konten berhubungan dengan Bluewolf untuk kemudian dibagikan lewat akun sosial media. Untuk setiap konten yang dibagikan, karyawan akan mendapat poin. Di akhir bulan, poin yang didapat bisa ditukar menjadi hadiah.

Tantangan ini ternyata menaikkan brand image serta sales Bluewolf. Karyawan juga menjadi termotivasi untuk saling berkomunikasi dan berkolaborasi sehingga mereka bisa mendapatkan lebih banyak poin. Sistem poin juga memberikan semua karyawan kesempatan mendapat hadiah sehingga lebih adil dan memotivasi, dibandingkan dengan sistem hadiah yang diberikan kepada yang bekerja paling baik.

Read the complete article here

Read More
Team leader

How to Gamify Your Business to Energize and Engage Your Staff

George Beall, founder of Everipedia, wrote a post on Huffington Post blog about gamifying business:

Konsep gamification telah masuk ke berbagai tempat, mulai dari edukasi, bisnis hingga perpustakaan. Konsep ini berjalan karena mampu melibatkan banyak hal dan menyenangkan. Dengan beragamnya tipe pekerja dari dua generasi berbeda yang saat ini memenuhi lapangan pekerjaan, bagaimana cara agar mereka termotivasi untuk bekerja lebih baik tanpa terjadi diskriminasi antar generasi maupun usia?

Gamification adalah suatu cara untuk membangun suatu perilaku yang diinginkan, membantu karyawan untuk mencapai suatu kemampuan tertentu, dan memberikan inovasi lewat pemecahan masalah. Sektor bisnis banyak menggunakan gamification untuk memperbaiki kinerja kerja, mengedukasi dan menginspirasi karyawan agar karirnya maju. Gamification berfokus pada engagement, atau keterlibatan. Manusia pada dasarnya memiliki sifat kompetitif, dan kompetisi sehat di sekitarnya dapat mendorong mereka menjadi lebih baik lagi. Diberikannya poin untuk pekerjaan yang telah selesai dan disediakannya papan ranking agar karyawan bisa memonitor pekerjaannya dapat mendorong produktivitas dari keseluruhan anggota tim.

Ada beberapa prinsip yang harus diterapkan jika ingin mengaplikasikan gamification di perusahaan:
1. Buatlah target yang realistis dan bisa diukur. Jika target telah tercapai, berilah penghargaan kepada karyawan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
2. Pastikan karyawan paham keuntungan dari pekerjaan tersebut.
3. Ukur kemajuan dari setiap pekerjaan sehingga akan lebih mudah untuk mengenali adanya kendala di sebuah pekerjaan.
4. Berikan hadiah bagi karyawan yang sukses. Selain sebagai bentuk penghargaan, hadiah juga bertindak sebagai motivasi agar karyawan bekerja lebih baik.

Read the complete article here

Read More
Diverse business group meeting

Gamification in a Business Environment

Unified Communications Strategies posted an article about implementing gamification in business environment:

Lingkungan bisnis pada umumnya adalah selalu bekerja dan tidak ada bermain. Jika karyawan ingin bermain, mereka harus menunggu hingga jam makan siang atau setelah bekerja untuk dapat mengakses permainan yang ada di gawai. Namun, dengan majunya teknologi dan berubahnya lingkungan kerja, keadaan sudah tidak seperti dahulu.

Games selalu menyenangkan, dan kadang yang tidak disadari adalah terdapat suatu tujuan di dalamnya. Ketika bermain, games mampu melibatkan pemain kedalamnya, dan akan sangat baik jika ada cara untuk membuat pemain tersebut terlibat dalam pekerjaannya seperti ia terlibat dalam permainannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan gamification.

Cara termudah dalam mengaplikasikan gamification di lingkungan kerja adalah dengan memberikan poin untuk setiap pekerjaan yang dilakukan, menyediakan papan ranking untuk melacak poin yang didapat setiap karyawan, serta pemberian hadiah bagi karyawan yang mendapat poin terbanyak. Hadiah juga bisa diberikan kepada divisi yang melakukan pekerjaan terbaik diantara divisi lain dalam sebuah perusahaan. Dengan terciptanya kompetisi yang sehat antar karyawan, motivasi untuk bekerja lebih baik akan tercipta dan meningkat serta akan terbentuk kerjasama tim yang baik untuk dapat mencapai target dengan cara yang lebih menyenangkan.

Read the complete article here