Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya (Page 4)
Read More
hdr_people

How are Companies Achieving Success with Gamification?

In an article published on March, HR Daily Advisor talked about how to applied gamification to achieve corporate success:

Gamification berhubungan dengan mendorong motivasi, dengan harapan mampu menciptakan ketertarikan seperti halnya permainan. Dalam bisnis, gamification bukan berarti game diciptakan untuk bisnis, tetapi penggunaan metode desain game (desain, aksi, dan kompetisi) dan prosedurnya (leaderboards, poin, dan lencana) yang dihitung secara bijaksana untuk mencapai hasil bisnis.

Untuk medorong kinerja kerja karyawan, gamification berfokus pada motivasi intrinsik (rasa keberhasilan menyelesaikan pekerjaan dengan baik), bukan pada kompetisi setelah sebuah hasil penelitian menunjukkan motivasi ekstrinsik (kompetisi, atau hadiah uang) tidak dapat bertahan lama.

Perusahaan apapun yang ingin maju perlu memiliki karyawan yang merasa termotivasi dan terlibat dalam pekerjaannya, mampu mencapai potensi penuh dan bisa tetap produktif sambil meningkatkan keahlian dan ketrampilan. Gamification mampu memberikan cara baru dalam mengelola kinerja karyawan.

Hal ini dapat dicapai oleh gamification dengan menyediakan metrik kinerja yang real-time dan komunikasi yang baik mengenai harapan target dan budaya perusahaan. Meski terdengar aneh-bagaimana gamification terikat pada kinerja meski tidak ada kompetisi- mengkomunikasikan target karyawan dan memberikan saran atas pencapaian mereka, ternyata terkait dengan gamification dan perkembangan terkini di bidang HR yang mencoba untuk mengkomunikasikan tujuan dan hasil secara rutin dan dinamis serta menunjukkan hasil yang real time.

Masa depan menghadirkan bukti bahwa gamification untuk karyawan berhasil, karena hal tersebut bukan hanya tentang mendapat poin atau menyediakan video game saat bekerja, tapi karena memanfaatkan motivasi kita dan juga berfungsi sebagai masa depan yang lebih transparan dan lebih baik untuk mengelola bidang HR, kinerja karyawan, dan pembelajaran.

Singkatnya, bagian “permainan” dalam gamification adalah penggunaan mekanik dalam permainan untuk mendorong perilaku dan keterlibatan. Ini adalah cara bagi karyawan untuk memantau kemajuan mereka dan merasakan motivasi intrinsik. Karenanya, ini bukan permainan, tapi bisa menjadi game changer untuk performa kerja dan budaya perusahaan.

Read the complete article here

Read More
laughing coworker

B2B: Using Gamification to Grow Employee Engagement and to Encourage a Culture of Employee Recognition

Chicago Now published an article about encouraging employee engagement and recognition using gamification:

Di suatu perusahaan, pengakuan karyawan (employee recognition) mulai digiatkan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Satu kali dalam sebulan, mereka menciptakan Employee Recognition Week. Para karyawan membuat kartu ucapan dan poster yang berisi ucapan terima kasih untuk rekan kerjanya. Selain itu, ada aktivitas yang menghubungkan para karyawan untuk saling bersosialisasi, misalnya minum kopi bersama untuk memilih kopi yang digunakan di kantor atau berkumpul sambil menikmati cemilan yang dibawa masing-masing orang.

Dengan menciptakan suasana positif dan budaya kerja yang suportif, keterlibatan karyawan dalam perusahaan dapat semakin tinggi. Menggunakan gamification, perusahaan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dengan berbagai cara, misalnya:

  1. Mengukur kinerja kerja
  2. Mengetahui dan menukar poin
  3. Menjelajah potensi training

Program aktivitas yang semakin menarik akan membuat karyawan semakin tertarik utnuk ikut dan terlibat didalamnya. Elemen gamification seperti poin, level dan papan ranking dapat digunakan untuk program meningkan kinerja karyawan. Namun desain gamification tidak akan efektif dilakukan jika tidak disertai dengan konten yang baik pula.

Read the complete article here

Read More
Team meeting

What Happened to Engagement? This Is What Gamification Can Do For You

An article posted in Huffington Post talked about the benefit of applying gamification in workplace:

Banyak karyawan yang begitu bersemangat ketika mereka bersemangat ketika pertama kali bergabung di perusahaan. Mereka sangat antusias dalam mengerjakan proyek dan tidak malu untuk bertanya agar bisa terus berkembang. Namun seiring dengan waktu berjalan, mereka menjadi tidak bersemangat bekerja dan tidak menemukan motivasi untuk memperbaiki diri.

Menurut survey yang dilakukan Gallup di bulan Januari 2017, 65% karyawan merasa tidak terlibat di kantor. Yang membuatnya lebih buruk, ketidakterlibatan ini dapat mempengaruhi rekan kerja lain di kantor. Ketika ada tim yang terdiri dari karyawan yang tidak memiliki motivasi bekerja, maka tim tersebut menjadi tidak efektif dan menjadi masalah bagi perusaahaan.

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan berinvestasi dalam gamification. Berikut adalah cara mengaplikasikan gamification untuk membangun suasana positif di perusahaan:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pekerjaan
    Pekerjaan seharusnya menyenangkan. Jika karyawan terlibat dan menikmati pekerjaan, tingkat stress akan menurun serta menjadi lebih produktif. Laporan Staples Advantage di tahun 2015 mengatakan 69% karyawan setuju jika waktu kerja yang panjang mengurangi produktivitas namun 64% diantaranya berpendapat adanya istirahat yang cukup diantara jam kerja akan meningkatkan produktivitas. Memotivasi karyawan untuk beristirahat di sela-sela pekerjaan sambil berinteraksi satu sama lain akan membangun proses membentuk lingkungan kerja yang menyenangkan.
  2. Memperbaiki Kesehatan
    Banyak karyawan yang mengharapkan ada program untuk menjaga kesehatan di perusahaan. Survey yang dilakukan Quantum Workplace dan Limeade menunjukkan 49.8% karyawan menginginkan aktivitas yang sehat di kantor. Program kesehatan karyawan bisa dalam bentuk kompetisi interaktif sehingga bisa menghubungkan seluruh karyawan sehingga mereka bisa saling mendukung dalam mendukung pembelajaran perilaku sehat yang baru.
  3. Rekrut Lebih Banyak Kualitas
    Pertarungan mencari talenta menjadi semakin berat ketika semakin banyak generasi millenial yang memasuki pasar kerja. Di tahun 2015 ManpowerGroup Study melakukan studi yang menunjukkan 34% dari 41.700 yang disurvey mengatakan semakin sedikitnya karyawan yang memasukkan lamaran kerja menjadi alasan sulitnya mengisi posisi yang kosong di perusahaan. Program referral karyawan bisa menjadi alat penting dalam memotivasi karyawan untuk terlibat dalam proses rekrutmen. Berikan insentif dan hadiah sebagai motivasi dan beri pengaruh dalam perilaku mereka untuk memperbaiki proses rekrutmen.

Read the complete article here

Read More
happy work

How Gamification Is Helping Boost Productivity

Rindle posted an article about boosting employee’s productivity in workplace using gamification:

Jika anda tipe orang yang “terus menerus memperbaiki diri”, anda pasti mencari cara untuk memperbaiki produktivitas, baik dalam pekerjaan sendiri atau dalam perusahaan yang anda jalani. Anda mungkin sudah mencoba berbagai metode produktivitas, tapi belum mencoba gamification yang tengah berkembang di beberapa tahun terakhir.

Gamification adalah teknik motivasi yang membantu orang semakin terlibat dalam pekerjaannya dengan menyediakan hadiah atau insentif untuk setiap kemajuan, seperti interaksi dalam game komputer.

Gamification dalam pekerjaan menyediakan elemen game sebagai alat atau tugas yang perlu diselesaikan saat bekerja. Hal ini termasuk sampai ke level tertentu, pengakuan atau hadiah, kompetisi, pencapaian target dan kesuksesan. Idenya adalah untuk mempromosikan perilaku yang ingin dilihat lebih banyak dengan mengambil keuntungan dari kecenderungan manusia untuk terlibat dalam game.

Dengan berkembangnya penggunaan metode gamification di perusahaan, ada berbagai cara yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kinerja kerja. Beberapa contohnya adalah:

  1. Pengukuran Kinerja Kerja: Gamification menyediakan jalan untuk mengukur kinerja kerja secara transparan bagi karyawan sehingga mereka dapat memahami kinerja masing-masing sambil membandingkannya dengan rekan kerjanya. Hal ini membuat karyawan mampu membuat target personal dan kejelasan tentang kinerja kerja karyawan yang diinginkan perusahaan.
  2. Menciptakan Perilaku: Dinamika tiap perusahaan berbeda-beda. Ada karyawan yang bersemangat karena adanya kompetisi, namun ada yang tidak tertarik untuk berkompetisi. Menerapkan gamification ke perilaku karyawan dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi mereka yang tidak tertarik untuk berkompetisi. Hal ini dapat diterapkan kepada tim sales lewat kebiasaan menelpon pelanggaan.
  3. Memberikan Ulasan yang Objektif: Banyak perusahaan yang menilai karyawan berdasarkan kriteria subjektif. Kadang ada data objektif yang disertakan, namun penilaian akhir tetap subjektif dan sering terpengaruh faktor luar. Gamification menyediakan kesempatan untuk penilaian kinerja kerja dengan menggunakan data yang objektif dan benar. Data tersebut transparan dan lebih adil di mata karyawan. Mereka bisa melihat sejauh mana mereka bekerja dan menjadi lebih aktif untuk memperbaiki diri sendiri.

Read the complete article here

Read More
teambuilding activities

Gamification: Having “Serious Fun” at Work

An article from Future Ready Singapore discussed about how gamfication can bring fun at workplace:

Istilah “Work” dan “Play” memiliki status eksklusif di tempat kerja, namun garis antara dua hal ini menjadi semakin kabur. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah perusahaan yang memanfaatkan mekanisme game untuk memberdayakan karyawannya.

Dikenal sebagai “gamification”, pendekatan ini bertujuan untuk membuat aktivitas pembelajaran keterampilan baru menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Pendekatan ini juga memperbaiki moral dan semangat kerja, serta meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan.

Dari survey Badgeville di Amerika Serikat, 78% responden telah menggunakan elemen game dalam lingkungan kerja, dan hampir seluruhnya setuju bahwa gamification telah membantu meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan.

Menurut jurnal riset Accenture Singapore berjudul Why Gamification is Serious Business, gamification di lingkup kerja banyak menggunakan leaderboard dan ranking, yang merupakan elemen visual dalam game bagi karyawan untuk melihat posisi mereka diantara rekan kerja lainnya. Para ahli mengatakan bahwa adanya 2 elemen visual tersebut membangunkan sisi kompetitif tiap orang dan memotivasi mereka agar lebih baik dari yang lain. Ini menjadi salah satu cara menggunakan gamification di perusahaan untuk meningkatkan performa perusahaan.

Berkembangnya penggunaan gamification terjadi ketika perusahaan semakin tertarik untuk meningkatkan keterlibatan karyawan di perusahaan, terutama generasi milenial dan yang lahir di antara awal 1980 hingga pertengahan 1990. Hasil penelitian Gallup di tahun 2015 menunjukkan bahwa generasi millenial adalah karyawan yang paling sedikit keterlibatannya di perusahaan. Hal ini terkait dengan kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dari perusahaan dan pengalaman kerja mereka yang sesungguhnya.

Industri gamification diperkirakan mengalami pertumbuhan di tahun-tahun yang akan datang. Laporan MarketsandMarkets mengungkapkan bahwa industri ini akan mencapai US$ 11.1 miliar di tahun 2020. Ini dapat menjadi indikasi ruang kerja akan menjadi lebih menyenangkan.

Read the complete article here

Read More
work fun

How Gamification Can Help Motivate and Train Employees

TechRepublic posted an article about how companies using gamification to motivate and train employees:

Tanpa memerhatikan sektor industri atau ukuran perusahaan, setiap hari manajer menghadapi tantangan untuk melatih karyawan baru dan meneruskan pertumbuhan pengetahuan mengenai perusahaan diantara karyawan lama. Mereka juga menghadapi masalah dengan orang-orang yang sama (biasanya orang dengan kompensasi dan permintaan tingi) . Hal ini mengikat ke sumber daya manusia dan dapat mengaikbatkan penundaan pekerjaan.

Lalu bagaimana sebuah perusahaan bisa membuat karyawan, baik yang baru maupun lama serta dari berbagai divisi, mengembangkan kemampuan mereka tanpa perlu menjadi orang dengan kompensasi dan permintaan tinggi?

Banyak perusahaan telah beralih ke gamification pada sistem pendukung dan pengetahuan untuk memperbaiki keinginan karyawan untuk belajar serta membantu manajer memotivasi dan mengembangkan karyawan sambil membangun kerjasama tim dan bench strength.

Banyak kesuksesan gamification terjadi dimana karyawan terdistribusi secara geografis (misalnya tim sales lapangan), dan pengetahuan tentang produk, perusahaan dan produksi menjadi penting. Customer Service dan IT Help Desk juga menjadi divisi yang mendapat keuntungan dari gamification.

Bagi manajer yang tertarik untuk menggunakan gamification untuk memotivasi dan mengedukasi karyawan, berikut adalah beberapa tipsnya:

  • Kembangkan kasus bisnis terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan dengan mengidentifikasi bidang pengetahuan yang akan menambah kemampuan produktivitas karyawan jika mereka memahami pengetahuan tersebut.
  • Kembangkan parameter agar bisa membandingkan “before and after” untuk gamification. Parameter tersebut bisa berupa peningkatan keterlibatan karyawan atau kemajuan karyawan dalam menyelesaikan tugas dan proyek.
  • Desain pengembangan gamification yang berfokus pada informasi, keahlian yang ingin dimiliki dan pembentukan kemampuan ketahanan karyawan untuk mencapai level ahli. Banyak manajer tidak memiliki kemampuan ini.
  • Tentukan cara untuk mengintegrasikan alat gamification ke dalam sistem perusahaan. Mulailah dari hal yang sederhana lalu kembangkan. Selama proses berlangsung, manajer perlu mencari informasi dari karyawan mengenai hal yang berjalan baik dan yang tidak berjalan baik.
  • Ukur apakah proses tersebut telah memenuhi ekspektasi awal.

Read the complete article here

Read More
happy work

The Future of Learning is Here And It’s Gamification

In their new released article, Khaleej Times talked about applying gamification for learning and its impact in learning environment:

Di era digital, banyak yang mencari solusi inovatif untuk mendorong keterlibatan dan motivasi di dalam dan luar kelas. Gamification menjadi sebuah pilihan dan telah memasuki sistem pendidikan, dengan melibatkan konsep utama psikologi, motivasi, perilaku dan kepribadian.

Ketika game menjadi bagian besar dalam sebuah budaya, tugas game dalam pendidikan adlaah untuk mentransformasi pengalaman belajar di kelas. Secara desain, game dapat meningkatkan motivasi lewat keterlibatan dan hal ini relevan dalam sisi pendidikan. Meski metode pengajaran berubah tiap tahunnya, tapi ada hal yang tidak berubah yaitu tiap orang memiliki kebutuhan pencapaian, kompetisi, status, filantropi dan kolaborasi. Dengan menggunakan dan meningkatkan keinginan dan insting, akan mudah untuk mengaplikasikan gamification dalam pengajaran.

Dari definisinya, gamification adalah konsep pengaplikasian mekanik dan desain game ke dalam konteks non-game untuk mendorong dan meningkatkan motivasi seseorang demi mencapai target. Ada 5 elemen kunci dalam gamification, yaitu

  • Mekanik (dorongan insentif)
  • Eksperimen (latar belakang dan cerita)
  • Keterlibatan (platform game)
  • Motivasi (target individu)
  • Pencapaian (target perusahaan yang sejalan dengan target individu)

Ada berbagai cara untuk mengenalkan gamification untuk memperbaiki lingkungan belajar yang tradisional. Gamification bisa digunakan untuk mengetes sebuah pekerjaan dalam sebuah skenario dengan berbagai variabel, memulai diskusi, merefleksikan proses pemikiran kritis dengan menggunakan penalaran deduktif dan pengenalan pola, serta menciptakan lingkungan belajar yang holistik.

Penting untuk diingat bahwa gamification digunakan bukan untuk menggantikan metode belajar tradisional, namun untuk menciptakan solusi komplementer bagi pengalaman belajar yang holistik yang meningkatkan keterlibatan, motivasi dan pengembangan keterampilan.

Read the complete article here

Read More
teamwork

How Content Can Be Used to Empower Your Employees

Business2Community released an article about using content to empower employees:

Dalam dunia marketing B2C, konten menjadi senjata yang paling ampuh. Konten terbukti mampu mempengaruhi konsumen secara efektif, namun apakah konten juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan karyawan? Apalagi salah satu tantangan dalam pembelajaran dan pengembangan adalah ketahanan informasi, dan strategi ideal untuk menanganinya adalah dengan menggunakan konten yang berbeda dan menyeluruh.

Jika kita merasa ketahanan informaasi menjadi tantangan dalam mengedukasi karyawan, penting sekali menciptakan strategi konten yang mampu membuat topik paling bosan menjadi menyenangkan. Dengan menciptakan perbedaan antara materi yang dipelajari seseorang dan media pengajaran, perusahaan mampu membuat karyawan tertarik serta lebih terlibat didalamnya agar mereka dapat mengingat informasi lebih lama.

Di masa moden saat ini, salah satu cara untuk mengajar banyak menggunakan gamification. Metode ini menggunakan pola dan teknik dalam game untuk kemudian diapikasikan dalam skenario di dunia nyata. Lewat metode ini, karyawan dapat berkomunikasi secara terbuka, berkompetisi satu sama lain dan menarik mereka ke dalam materi. Hal ini didukung dengan demografik yang memperkirakan pasar game dunia akan mencapai nilai $118 milyar di akhir tahun 2019.

Selain dapat membuat karyawan mengingat lebih lama, adapula keuntungan lain yang diperoleh dengan menggunakan gamification untuk mendorong bisnis perusahaan. Gamification dapat digunakan untuk mensimulasi skenario yang mungkin terjadi secara aman dan bebas resiko sambil memberikan materi yang biasanya akan membuat karyawan pusing atau lelah saat mengikuti training. Penggunaan gamification juga bisa mendorong kepatuhan karyawan sehingga menurunkan resiko pergantian karyawan yang akan menghemat uang perusahaan di masa depan.

Read the complete article here

Read More
teamwork

Benefits of Interactivity in Corporate Training

Scoops published an article about the use of interactivity in corporate training and its benefit:

Sebelum era digital, training perusahaan sering kali menggunakan presentasi yang membosankan serta searah sehingga pendengar menjadi tidak menangkap materi. Kini, para pelatih harus belajar untuk menggunakan metode dan teknologi terbaru agar training perusahaan lebih menyenangkan dan efektif.

Dalam mencari alat training yang baru dan lebih baik, banyak pelatih melirik ke arah interaktivitas. Dengan menggunakan serious game dan design thinking, pelatih bisa meningkatkan interaktivitas untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam, menarik serta efektif bagi para karyawan.

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat ketika anda mengintegrasikan interaktivitas kedalam strategi training perusahaan:

1. Suasana Belajar yang Lebih Baik
Interaktivitas menggunakan srategi yang membuat karyawan bisa bereksplorasi pengetahuan yang ingin mereka dapatkan dalam kecepatan masing-masing. Lingkungan ini juga memberikan karyawan strategi untuk melakukan aktivitas serta taktik pembelajaran yang akan memberikan hasil yang lebih baik untuk karyawan dibandingkan hanya memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan.

2. Meningkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan
Menggunakan skenario pertanyaan dan simulasi, interaktivitas memberikan karyawan kesempatan untuk mengaplikasi pengetahuan yang diketahui serta membuat keputusan di lingkungan yang bebas resiko. Dengan menghilangkan ketakutan akan kegagalan, karyawan dibebaskan untuk membuat aksi dengan rencana yang mungkin tidak biasa. Pembelajaran seperti ini akan memberikan wawasan yang bermanfaat bagi karyawan, baik dari kesuksesan maupun kegagalan.

3. Tingkat Retensi yang Lebih Tinggi

Studi menunjukkan, keterlibatan yang tinggi saat aktivitas training akan menghasilkan tingkat retensi yang leih tinggi yang membuat karyawan lebih mudah mengingat materi yang didapat. Strategi interativitas yang menggunakan elemen multimedia, skenario dari kehidupan nyata, level serta poin untuk setiap pencapaian dapat mengubah training perusahaan yang biasanya membosankan menjadi lebih menyenangkan dan mengesankan.

4. Semakin Banyak yang Termotivasi untuk Belajar

Salah satu tantangan yang dihadapi training perusahaan saat ini adalah memotivasi karyawan untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini menakutkan bagi perusahaan yang pelatihan maupun strateginya telah gagal dilaksanakan. Untuk memotivasi karyawan generasi sekarang yang sering bermain game, menonton video lewat streaming, dan memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan orang lain dimana saja dan kapan saja, yang dibutuhkan agar mereka terlibat dan termotivasi dalam training perusahaan lebih banyak dari sekedar materi pembelajaran.

Read the complete article here

Read More
fun work

Gamification to Increase Employee Motivation and Engagement

RAPIDBI posted an article about how gamification can motivate and engage the employee, also the way it works:

Ketika perusahaan semakin fokus pada objektif bisnis, penggunaan gamification semakin meningkat karena dapat membantu lingkungan kerja semakin produktif. Gamification telah mengubah peraturan keterlibatan karyawan dan menginspirasi mereka untuk merubah perilaku. Ketika bekerja menjadi lebih menyenangkan, maka karyawan akan bekerja lebih baik. 55% penduduk Amerika mengaku tertarik bekerja di perusahaan yang menggunakan gamification untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Ketika menggunakan gamification untuk memotivasi dan melibatkan karyawan, ingatlah bahwa harus ada persetujuan dari karyawan. Partisipasi mereka haruslah secara sukarela agar sukses. Beberapa faktor yang harus disetujui oleh karyawan adalah mereka harus:

  • mengenali permainannya
  • mengerti peraturan
  • memahami bahwa permainan tersebut adil

Beberapa faktor tambahan yang mampu meningkatkan efektivitas gamification adalah:

  • adanya hadiah yang berarti
  • penjelasan tentang peraturan
  • komitmen penuh dari manajemen

Jika ingin memaksimalkan gamification untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan, pertimbangkan untuk memiliki seseorang untuk mendesain gamification secara baik di perusahaan. Kemudian, jangan lupa untuk melihat permasalahan selama gamification diterapkan di perusahaan. Gamification yang dirancang dengan baik akan menambah produktivitas dan memperbaiki suasana kerja menjadi lebih baik.

Read the complete article here