Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya (Page 3)
Read More
Teamwork - discussion in the office

Creating More Productive Companies Through Workplace Gamification

Digitalist Magazine published an article on how gamification helps creating more productive companies:

Riset yang dilakukan Futurist Faith Popcorn menunjukkan 70% perusahaan besear di dunia telah menggunakan beberapa jenis workplace gamification untuk memberi insentif kepada karyawan mereka. Riset dari Gartner juga memperkirakan angka yang sama. Dengan adanya gamification di tempat kerja, atau “enterprise gamification“, perusahaan masa kini telah menemukan cara untuk membuat pekerjaan sehari-hari menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

Gamification adalah penggunaan mekanik game ke dalam konteks non-game. Artinya, ada beberapa elemen yang biasa ditemukan dalam game dipinjam untuk diaplikasikan dalam area yang berbeda. Mulai dari training dan pendidikan, sales dan marketing hingga keterlibatan karyawan. Masih ada perusahaan yang menggunakan metode “carrot-on-a-stick”, yaitu memberikan iming-iming hadiah di depan karyawan agar mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras dan bisa mencapai target. Banyak dari perusahaan tersebut gagal memahami bahwa metode tersebut sulit menginspirasi karyawan generasi saat ini yaitu para millenial. Gamifiction dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin menangani masalah kurangnya keterlibatan karyawan di dalam perusahaan dengan membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

Ada beberapa cara gamification menciptakan tempat kerja menjadi lebih produktif, yaitu:

  • Merangkul teknologi. Bagi banyak karyawan saat ini, gagasan tentang tempat kerja yang bahagia dimulai dengan memiliki teknologi terbaru. Bahkan, ketersediaan teknologi menjadi faktor penting yang membantu mereka menentukan apakah mereka akan mengambil posisi baru atau tetap berpegang pada model lama mereka. Gamification, dengan daya tarik teknologinya, tidak hanya dapat meningkatkan keterlibatan karyawan namun juga mendorong mereka untuk menjadi lebih produktif dengan meningkatkan semangat persaingan mereka melalui tantangan yang mirip seperti dalam permainan.
  • Menggerakkan hasil yang jelas dan tepat. Gamification adalah cara yang baik bagi orang untuk mengukur dengan tepat bagaimana tindakan mereka terhadap tujuan, dan rekan mereka. Hal ini membuat pemberian insentif menjadi mudah, karena insentif dapat dibangun berdasarkan tujuan dan peran karyawan. Sebagai hasilnya, karyawan menjadi termotivasi untuk mengevaluasi kinerjanya dengan lebih baik.
  • Membantu personalisasi. Adanya gamification membantu perusahaan menciptakan insentif yang personal sehingga sesuai dengan masing-masing karyawan. Misalnya karyawan yang berhasil menyelesaikan target akan mendapatkan hadiah uang, tapi bisa juga mendapat hadiah waktu kerja yang lebih fleksibel atau hadiah liburan, sesuai dengan preferensi karyawan.

Read the complete article here

Read More
Teamwork

Enhancing Employee Engagement through Gamification

BW Disrupt published an article written by Vijaya Shanker about using gamification to enhance employee gamification:

Budaya kinerja perusahaan yang bagus membutuhkan pemenang yang memiliki kemampuan tinggi dalam perubahan manajemen. Hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, dan banyak perusahaan memiliki karyawan yang sulit menerima perubahan. Perubahan yang terus terjadi di lingkungan kerja, teknologi, strategi dan proses bisnis memberikan tantangan yang signifikan. Karenanya dibutuhkan proses komunikasi dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan dan gamification cocok uuntuk diimplementasikan dalam manajemen perubahan dalam organisasi.

Berpusat pada pengadopsian kebiasaan dan sifat manusia, gamification memotivasi dan mempengaruhi karyawan untuk melakukan sebuah kegiatan berulang kali. Dengan menggunakan motivasi intrinsik, gamification memastikan dalam pengulangan tersebut akan terbentuk kebiasaan kerja baru dan peningkatan keterlibatan karyawan. Kebiasaan ini akan membawa dampak positif terhadap moral karyawan serta kinerja perusahaan. Gamification juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan bakat dan menjaga tingkat keterlibatan serta ketertarikan mereka di kantor.

Penggunaan mekanik game mendorong kinerja kerja dan menciptakan akuntabilitas. Hal tersebut memenuhi kebutuhan manusia untuk mendapatkan kompetensi, otonomi dan keterlibatan. Nilai-nilai perusaahan dan target perusahaan yang perlu dicapai karyawan dapat dipetakan lewat kriteria dan indikator keberhasilan yang jelas. Adanya manajemen kinerja yang melibatkan seluruh elemen perusahaan dapat mendukung sistem pengakuan dan bisa digunakan secara efektif untuk memasukkan keterlibatan karyawan dalam lingkungan kerja.

Mekanisme komunikasi yang terbuka dan saran yang real-time mengenai keberhasilan didalamnya membuat gamification menjadi alat yang ideal untuk menciptakan lingkungan kerja yang kompetitif namun tetap sehat dan transparan. Karyawan dapat lebih mengapresiasi lingkungan kerjanya, menghormati proses organisasi dan tidak membawa opini pribadi dalam budaya kerja.

Read the complete article here

Read More
Team 10

Gamification In The Workplace: It’s A Win-Win

Cushman & Wakefield Blog released an article about gamification and its impact to employee engagement by using intrinsic motivation:

Gamification tidak hanya mengubah cara kita menjalani hidup dan berinteraksi dengan sekitar, tetapi juga bagi perusahaan sebagai kunci untuk melibatkan karyawan di kantor. Perusahaan yang inovatif telah mendapatkan manfaatnya dan menjadi bukti bahwa masa depan tempat kerja akan banyak terpengaruh oleh gamification. Dulu, kantor merupakan pilihan tempat terakhir untuk bermain. Namun perusahaan yang berpikiran maju telah mengenallkan tenis meja atau futsal bagi karyawan untuk bersantai dan bersosialisasi dengan rekan kerja. Bayangkan jika anda bermain game untuk menyelesaikan pekerjaan, maka “work hard, play harder” akan mendapat pengertian baru.

Gamification merupakan penggunaan elemen game seperti poin, papan ranking dan badge untuk melibatkan dan memotivasi seseorang demi mencapai target spesifik. Konsep ini bukan hal baru karena banyak ditemukan di program kartum member, namun gamification di tempat kerja adalah konsep yang masih jarang ditemukan.

Generasi sekarang tidak asing dengan dunia game. Sektor pendidikan telah banyak mengadopsi gamification untuk membuat sesi belajar menjadi lebih menyenangkan dan relevan ke generasi muda. Hal ini mempengaruhi cara orang menginginkan dan mengharapkan untuk bekerja di masa depan. Riset dari Gallup menyatakan generasi millenial yang dekat dengan game akan mengisi 75% total pekerja di tahun 2025 namun merekalah generasi yang paing tidak terlibat di kantor. Tetapi bukan mereka saja yang tidak terlibat dalam pekerjaannya, tetapi 35.5% pekerja di seluruh dunia merasa tidak terlibat dalam pekerjaannya.

Riset menunjukkan bahwa ketika orang melakukan pekerjaan yang menarik atau menyenangkan, mereka kurang termotivasi dengan hadiah uang. Menang membuat kita merasa bahagia, dan faktanya terkadang hadiah intrinsik lebih memotivasi dan melibatkan orang. Motivasi intrinsik bisa berupa pencapaian individual, kepercayaan diri, rasa hormat serta kekaguman dari sekitar, atau seedar bersenang-seang. Maka, gamification dapat menyediakan motivasi utama ketika hadiah uang atau motivator ekstrinsik tidak dapat bekerja.

Read the complete article here

Read More
team 5

Gamify Your Team: How to Stop Employees Getting Bored

Natural HR posted an article on increasing employee engagement and productivity using gamification:

Membuat karyawan terlibat menjadi semakin sulit karena banyaknya distraksi disekitar kita. Jika karyawan tidak bisa terlibat di kantor, mereka akan mudah bosan dan berakibat pada penurunan produktivitas. Penurunan tingkat keterlibatan karyawan dapat berdampak buruk bagi perusahaan dimana kejadian ini bisa berakhir pada karyawan memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan semakin tingginya turnover karyawan. Tapi kini ada cara untuk menghentikan rasa bosan di kantor yaitu gamification.

Para ahli HR mulai mempercayai keuntungan bermain untuk karyawan dan perusahaan. Namuun hal ini bukan berarti gamification mengisi kantor dengan konsol game. Namun, gamification mengacu pada proses pengenalan elemen game ke dalam bisnis untuk meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan. Contoh paling sederhana adalah proses training karyawan baru yang menggunakan level dalam proses pembelajaran.

Sebelum mengaplikasikan gamification di kantor, perusahaan perlu memperhatikan beberapa poin penting. Salah memilih tipe gamification atau mengenalkannya secara tidak efektif akan membuat karyawan kehilangan minat. Gamification harus mampu meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan ikatan emosional karyawan dengan peran mereka di perusahaan dan karyawan menjadi peduli dengan apa yang mereka lakukan sehingga akan ada perbaikan lanjutan.

Ada baiknya menjawab 3 pertanyaan dibawah ini sebelum memutuskan untuk mengaplikasikan gamification:

  1. Apakah gamification akan mengurangi nilai pekerjaan? Jika anda memilih tipe gamification yang mengurangi nilai pekerjaan, maka gamification bisa berdampak sebaliknya. Pastikan bentuk gamification yang digunakan didesain nuntuk meningkatkan fokus, bukan mengalihkan fokus.
  2. Apakah gamification bisa bekerja untuk semuanya? Tidak ada salahnya menggunakan proses gamification yang berbeda untuk divisi yang berbeda. Namun jika mencari sistem yang bisa diimplementasikan untuk semuanya, pastikan tidak ada karyawan yang terasingkan berdasarkan posisinya di perusahaan.
  3. Apakah perusahaan anda berbasis tim atau individu? Gamification memiliki manfaat bagi individu tapi mengaplikasikan gamification kepada tim dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan produktivitas sekelompok orang sekaligus.

Jika anda tidak mampu menjawab pertanyaan diatas secara percaya diri, mungkin gamification bukan jawaban bagi permasalahan kantor anda. Namun jika anda bisa menjawabnya secara positif, anda bisa mulai memikirkan desain gamification yang cocok untuk perusahaan anda.

Read the complete article here

Read More
Team leader

Gamification Makes Work More Human

An article published in Biz Community talked about how gamification can create a better environment in workplace and make employee more human with their task:

Generasi millenial banyak dikecewakan karena berharap mendapat banyak keuntungan di dunia. Hal ini menjadi nyata di dunia kerja. Setelah para eksekutif dan manajer senior melihat statistik performa unit bisnis serta kenaikan biaya training, mereka sampai pada satu kesimpulan yang sama: para generasi millenial tidak mampu memberikan performa seperti yang diharapkan. Mereka tidak termotivasi, ingin semuanya menyenangkan dan terlalu cepat menyerah.

Karyawan sudah berekspektasi bahwa pekerjaan yang mereka lakukan di kantor adalah sebuah rutinitas dan repetitif setiap harinya. Secara desain, semakin banyak waktu yang orang habiskan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, maka akan semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di lain hari. Hal ini baik secara bisnis, namun masalahnya repetisi seperti ini tidak muncul secara alami ke banyak orang. Ini banyak terjadi di divisi yang keterlibatan karyawannya rendah dan tipe pekerjaannya didorong oleh pekerjaan dan rutinitas.

Bertahun-tahun, game designer menarik para pemain untuk membeli game dan mendedikasikan waktunya secara sukarela untuk bermain. Tentu banyak perusahaan yang ingin karyawan mereka memiliki level komitmen yang sama dengan para pemain game tersebut. Apakah desain tersebut bisa diaplikasikan pada bisnis? Lewat gamification, prinsip desain game dapat diaplikasikan ke dalam konteks non-game, seperti pekerjaan.

Hal termudah yang dapat dilakukan dalah dengan membuat pengalaman bekerja karyawan menjadi sebuah cerita yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan dan target bisnis perusahaan. Karyawan bisa memainkan ceritanya setiap hari, melihat kemajuannya dibandingkan rekan kerja, belajar lebih banyak dan mendapat hadiah. Cara ini dapat mengarahkan karyawan untuk lebih efisien dan produktif dalam bekerja serta memotivasi mereka untuk mengembangkan diri sendiri sebagai bagian dari tim. Yang terpenting, adalah memahami karyawan serta memanusiakan mereka selama bekerja sehingga mereka tetap bisa merasa senang di perusahaan sambil mengubah rutinitas menjadi pengalaman bekerja yang kaya dan berhadiah.

Read the complete article here

Read More
Diverse business group meeting

How Gamification Elements Can Create An Engaging Work Environment

a Magazine posted an article about elements of gamification that can be implemented in work to engage employee:

Rutinitas sehari-hari di tempat kerja kadang membuat jenuh dan hal tersebut yang kita jalani dari waktu ke waktu. Namun bagaimana jika pekerjaan bukan seperti hal yang harus dilakukan tapi lebih seperti bermain game? Menambahkan gamification ke dalam lingkungan kerja adalah cara yang mudah untuk membuat suasana kerja berbeda tanpa menghilangkan profesionalisme dan produktivitas.

Penjelasan singkat tentang gamification: sebuah proses mengambil mekanik game dan mengaplikasikannya ke berbagai bidang, mulai dari lingkungan dan budaya kerja hingga training perusahaan kepada karyawan. Jika didesain dan dilakukan dengan baik akan menjadi suatu hal yang menyenangkan, namun dibutuhkan banyak usaha di awal. Ketika mengaplikasikan gamification, penting untuk sadar bahwa satu konsep gamification tidak bisa memenuhi semua aspek. Seperti halnya strategi lain, dibutuhkan pemahaman yang baik tentang budaya perusahan.

Ada banyak cara untuk menggunakan gamification di perusahaan berdasarkan kebutuhan. Apakah perusahaan memiliki kesulitan dalam proses orientasi karyawan baru? Gamification bisa membantu dengan membentuk proses orientasi yang menyenangkan dan menantang agar karyawan baru tertarik dan terlibat penuh. Apakah tim anda lebih memilih untuk berkerja sama daripada berkompetisi? Kompetisi antar grup dan tantangan tim dapat menyediakan wadah bagi tiap karyawan untuk tetap berinteraksi dan bekerja secara produktif.

Mengimplementasikan strategi gamification tidak hanya sekedar memasukkannya ke dalam sistem dan kemudian menunggu hasilnya. Anda harus memilih strategi yang cocok dengan budaya perusahaan yang sudah ada atau karyawan bisa tidak terlibat di dalamnya. Pada akhirnya, ketika anda menggunakan gamification untuk membawa perubahan yang baik di perusahaan, pekerjaan juga menjadi lebih menyenangkan dan berhadiah. Untuk bisa merasakan keuntungan terbaik dari gamification, pastikan strateginya cocok dengan perusahaan dan karyawan.

Read the complete article here

Read More
team 1

Game-ify Your Workplace

Earlier this month, Coaching Millenials published an article about making a better and more fun workplace with gamification:

Bagi generasi yang tumbuh bersama Nintendo, Play Station dan Xbox 360, menjadi suatu hal yang masuk akal untuk Millenial mencari cara yang menyenangkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencapai target di kantor. Diperkirakan kini 70% persen dari perusahaan besar di dunia telah menggunakan proses gamification untuk menarik dan mempertahankan bakat muda mereka di perusahaan.

Gamification mengaplikasikan teknik game untuk mendorong orang mencapai target mereka. Hal ini nyata adanya dan bernilai bisnis US$ 2.8 miliar. Millenial dikondisikan untuk meraih poin, lencana atau hadiah lewat game atau kompetisi, dan mereka suka memiliki target yang menantang namun tetap bisa dicapai dengan tujuan-tujuan kecil disepanjang proses untuk mengukur kemajuan dan pengembangan.

Sebagai tambahan, karena Millenial lebih suka untuk berkompetisi sebagai bagian dari tim dan bukan secara individual, perusahaan berwawasan ke depan telah menemukan cara untuk menggunakan teknik game dalam cara yang positif untuk mendorong kolaborasi, pemberian penghargaan dan dukungan kepada karyawan dari segala umur.

Menurut riset yang dilakukan Gartner, industri gamification akan tumbuh secara signifikan dalam 5 tahun kedepan, dengan nilai pasar yang mencapai US$ 5.5 miliar. Ada beberapa perusahaan yang bisa membantu mengembangkan program gamificcation, namun ada pula perusahaan yang mengembangkan model gamificationnya sendiri untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Millenial semakin percaya bahwa menjadi sukses dalam jangka panjang di karir yang mereka pilih berarti menemukan tujuan jangka pendek dan membuat kemajuan yang stabil dan meningkat. Gamification adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk membantu para Millenial melihat hubungan antara apa yan mereka lakukan di perusahaan saat ini dengan bagaimana hal tersebut membantu mereka mengembangkan profesionalitas diri dan tujuan di masa depan.

Read the complete article here

Read More
team 2

Increase Employee Productivity with Gamification

Business2Community published an article about increasing employee engagement and productivity with gamificiation:

Di Amerika Serikat, kurang dari 1/3 pekerja kantoran yang merasa terlibat di dalam pekerjaannya. Bukannya datang ke kantor degan penuh semangat, kebanyakan dari mereka datang dengan penuh ketakutan akan e-mail yang banyak serta sore hari yang penuh dengan meeting. Lalu, bagaimana perusahaan dapat menghidupkan lagi keterlibatan karyawan dan meningkatkan produktivitas mereka di kantor? Gamification mungkin bisa menjadi jawabannya.

Motivasi berbasis game (Game-based motivation) – termasuk kompetisi, hadiah berdasarkan kinerja, dan pengakuan status – tidak hanya melibatkan karyawan namun juga membuat mereka menjadi lebih produktif. Berdasarkan survey independen yang dilakukan Badgeville, gamification meningkatkan produktivitas untuk 90% karyawan dan menambah kesadaran mereka akan target serta pekerjaan rekan kerja mereka untuk 86% karyawan. Responden survey, yang merupakan 500 pekerja bisnis dari karyawan entry-level hingga C-level executives, juga menyebutkan bahwa “peningkatan keinginan untuk datang ke kantor dan terlibat didalamnya” (30%), “inspirasi untuk menjadi lebih produktif dalam pekerjaan” (27%) dan “fokus untuk menyelesaikan pekerjaan dan menghindari distraksi (20%) sebagai keuntungan utama dari gamification.

Selain meningkatkan produktivitas di lingkungan kerja, gamification mampu menyediakan insentif yang diperlukan untuk memotivasi karyawan dan meningkatkan moral. Tidak mengejutkan, millenial – generasi yang akan mewakili hampir 75% dari karyawan yang ada di tahun 2030 – berharap adanya gamification di perusahaan modern dan percaya bahwa gamification adalah solusi yang akan menginpirasi mereka untuk bekerja lebih keras. Karenanya, mengaplikasikan gamification dalam pekerjaan yang membosankan tidak hanya akan menarik dan memotivasi para millenial, tetapi juga membuat kantor menjadi lebih menyenangkan dan menarik bahkan untuk mereka yang bukan dari generasi millenial.

Gamification bukan hanya iseng-iseng – ini adalah masa depan dari manajemen bisnis dan keterlibatan karyawan. Industri gamification diperkirakan akan mencapai jumlah yang mengejutkan yaitu US$11 miliar pada tahun 2020, dan di era di mana pekerja asal Amerika Serikat menghabiskan lebih banyak waktu daripada tenaga kerja lain di dunia industri, sudah saatnya untuk sedikit bersenang-senang di tempat kerja. Terlepas dari ukuran atau industri, akan ada cara untuk mengaplikasikan gamification dalam bisnis anda. Lakukan penelitian, ukur minat karyawan, dan buatlah rencana untuk meningkatkan produktivitas, melibatkan kembali karyawan, dan memotivasi tim anda dengan gamification.

Read the complete article here

Read More
teamwork

How Gamification Works

An article published on IActionable talked about how gamification works and its implementation in workplace:

Google, Nike dan Samsung hanyalah sedikit nama besar yang telah mengimplemetasikan teknik game di ruang kerja mereka. Diperkiriakan 50% dari seluruh perusahaan di dunia telah menggunakan game sebagai alat yang memotivasi dan melibatkan karyawan serta digunakan untuk memecahkan masalah. Tapi, apa sebenarnya gamification itu?

Gamification menjadikan pekerjaan yang biasanya membosankan atau merepotkan menjadi lebih menyenangkan dan bernilai lewat adanya kompetisi dan hadiah untuk memotivasi karyawan agar lebih bersemangat. Pekerjaan tersbeut bisa berupa pembuatan target personal, mengikuti meeting atau menberikan kritik dan saran. Inilah beberapa hal yang bisa dicapai ketika teknik gamification diimplementasikan di kantor untuk membantu menncapai target perusahaan:

Meningkatkan Keterlibatan Karyawan
Karyawan yang tidak merasa ada keterlibatan di kantor dapat menurunkan budaya perusahaan. Mereka akan terlihat malas, mengurangi produktivitas dan hubungan antar karyawan akan merenggang. Kebalikannya, karyawan yang keterlibatannya tinggi dapat meningkatkan budaya perusahaan karena mereka terdorong untuk berkontribusi lebih dan bersemangat untuk memberikan yang terbbaik kepada klien. Untuk itu, teknik gamification yang bisa digunakan adalah target, kompetisi, poin dan papan ranking.

Mempertahankan Fokus
Terkadang mempertahankan fokus di kantor merupakan hal yang sulit. Melakukan pekerjaan yang sama tiap harinya bisa melelahkan dan motivasipun bisa berkurang. Untuk melawan hal ini, dibutuhkan penyemangat yang dapat memotivasi karyawan berupa rasa kompetisi yang ada di tiap orang. Teknik gamification yang bisa digunakan adalah kompetisi, papan ranking dan badge.

Memecahkan Masalah
Setiap perusahaan punya masalah yang harus dipecahkan, seperti bagaimana mengurangi distraksi di ruang kerja atau bagaimana memitigasi rencana marketing produk yang gagal. Mendapatkan jawaban tersebut membutuhkan keberanian dan kreativitas. Lalu, bagaimana cara untuk mengispirasi karyawan untuk mulai berpikir dan bekerja out-of-the-box untuk menyelesaikan masalah yang membebani perusahaan? Anda bisa menggunakan teknik gamification seperti misi, pencapaian dan hadiah.

Mempercepat Masukan
Mendapatkan masukan menjadi proses bisnis integral yang mampu memitigasi masalah yang dapat muncul serta membangun kepercayaan antara perusahaan dan karyawan. Namun bagaimana agar karyawan tetap mampu memberikan masukan yang membangun bagi rekan kerjanya ditengah kesibukan rutinitas kerja? Yang bisa dilakukan adalah dengan mengaplikasikan teknik gamification berupa target, kolaborasi, kompetisi, poin dan papan ranking.

Read the complete article here

Read More
Happy Team

How Workplace Gamification Can Level-Up Your Employees

Fresh Business Thinking published an article about engaging employee in workplace using gamification concept:

Gamification adalah penggunaan teknik game dalam dunia bisnis. Seperti kata Mary Poppins, “In every job that must be done / There is an element of fun / You find the fun and snap! / The job’s a game.”

Banyak orang yang menikmati bermain game. Karenanya gamification mampu memotivasi karyawan, membangun citra perusahaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Seperti halnya TripAdvisor yang mendorong penggunanya untuk terus menulis review dengan hadiah virtual serta Tentara Amerika yang menggunakan game First-Person Shooter untuk merektrut kadet baru. Menjadikan tempat kerja menjadi seuah permainan terdengar kekanak-kanakan, tapi mungkin bisa meningkatkan kebutuhan perusahaan!

Tidak semua orang menyukai kompetisi, namun ketika dibuat secara baik, kompetisi adalah hal yang bagus. Kompetisi mampu membuat kita sadar dengan diri sendiri, mendorong kita untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan keinginan untuk sukses. Agar kompetisi berjalan efektif, semua yang terlibat harus merasa bahwa kemampuan mereka kurang lebih sama. Ketika ada jarak kemampuan yang cukup besar, mereka akan merasa tidak mampu untuk mengalahkan yang lain sehingga akan tercipta rasa malu, rendah diri dan menyerah.

Di hampir semua pekerjaan di dunia, ada elemen-elemen kerja yang repetitif, monoton dan membosankan. Tidak mengherankan, hal-hal ini yang paling banyak dihindari oleh karyawan atau yang paling buruk hasilnya. Namun pekerjaan ini kadang terkait dengan kelancaran jalannya bisnis, dan disinilah gamification bisa membantu.

Bnayak game memiliki unsur hadiah: poin, level, trofi dan lain-lain. Orang-orang senang dengan perasaan bahwa mereka bisa melakukan hal dengan baik, dan hadiah bertindak sebagai validasi. Setiap kita mendapatkan 1 hadiah, otak akan menghasilkan dopamin, senyawa yang membuat kita merasa bahagia. Itulah yang membuat kita terus berusaha mencapai poin, level atau hadiah selanjutnya. Dopamin yang dihasilkan tidak berpengaruh dengan berapapun nilai hadiahnya. Karenanya, memberikan hadiah untuk pekerjaan yang membosankan bisa menjadi solusi.

Meski terdengar menyenangkan, berhati-hatilah ketika membangun sistem gmaification diatas mekanisme formal di kantor. Jika karyawan melihat “memenangkan permainan” adalah pekerjaan tambahan, gamification menjadi tidak menyenangkan dan seluruh poin menjadi sia-sia. Sebuah sistem yang membuat orang lain tidak mampu melihat hadiah, namun hanya karyawan yang bisa adalah sistem yang ideal.

Read the complete article here