Author : Aughya

HomeArticles Posted by Aughya
Read More
Teamwork in the office

How Gamification Changed the Rules of the Game

Netherlands Romanian Chamber of Commerce posted an article about how gamification can help motvatigng employee to engage better in company:

Survey yang dilakukan oleh Gallup menunjukkan secara global 70% karyawan tidak merasa terlibat dalam pekerjaannya. Hasil yang mirip ditunjukkan oleh Deloitte, dimana lebih dari 87% manajer HR dan profesional di dunia mengalami peningkatan pada kurangnya keterlibatan karyawan di perusahaan. Di Eropa, keterlibatan karyawan semakin rendah, dengan rata-rata hanya 16% karyawan yang terlibat dengan aktivitas yang mereka lakukan di kantor, 68% karyawan tidak ikut beraktivitas dan 24% tidak terlibat dan telah menyampaikan keluhannya ke atasan.

Dalam konteks sosial, metode tradisional dalam memotivasi karyawan semakin kurang berhasil dan makin tergantikan. Perusahaan dipaksa untuk fokus pada pendekatan yang inovatif serta mengadaptsi profil psikologi generasi saat ini. Salah satu instrumen modern yang sukses dalam meningkatkan tingkat keterlibatan karyawan adalah gamification. Gamification berarti mengintegrasikan konsep dan elemen game ke dalam proses organisasi, seperti rekrutmen, training dan pengembangan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan.

Gamification dilakukan berdasarkan psikologi motivasi, yang berkaitan dengan dopamin dan hadiah. Dopamin adalah neurotransmitter yang dihasilkan secara alami oleh otak dan berperan penting dalam tingkat kebahagiaan manusia. Otak memproduksi dopamin setiap kali kita melakukan hal yang menyenangkan, termasuk mendapat hadiah. Dalam hal produktivitas, semakin banyak orang yang mencapai target, semakin banyak dopamin yang diproduksi dan karyawan akan tetap termotivasi. Gamification bekerja dalam hal ini dengan menyediakan hadiah kecil untuk mereka yang menyelesaikan tugas dan pekerjaan sederhana.

Read the complete article here.

Read More
standard-image

Gamification in Business

In their business column, Manila Times released an article about implementing gamification in business industry:

Apakah anda pernah mendengar tentang “gamification”? Istilah ini dapat didefiniskan sebagai penambahan elemen seperti game kedalam pekerjaan sehari-hari untuk mendorong tumbuhnya partisipasi. Konsep penggunaan game untuk menumbuhkan kolaborasi motivasi belajar sudah banyak diterapkan dalam sistem pendidikan, namun kini mulai memasuki industri bisnis. Gamification mulai digunakan untuk meningkatkan produktivias dan memotivasi karyawan.

Sebagai konsep, gamification telah hadir selama ratusan tahun dalam bentuk yang lain. Sebuah karya tulis dari Mark J. Nelson menyatakan bahwa gamification telah digunakan di Uni Soviet di awal abad 20. Kemudian muncul kembali saat pergantian abad 21 sebagai konsep penggunaan mekanik game ke dalam pekerjaan untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.

Dalam tingkat tertentu, menggunakan konsep gamification di industri bisnis memiliki arti orang-orang yang terlibat dalam bisnis tersebut perlu mengubah jalan pikir mereka tentang pekerjaan tersebut. Inti dari konsep gamification berkisar pada persepsi individu pada kesuksesan sebuah grup dan perusahaan sebagai suatu kesatuan. Fakta bahwa gamification dilakukan dengan menggunakaan mekanik game, seperti penghargaan dan pemberian hadiah, ke dalam struktur kerja dapat diartikan bahwa bisnis yang ingin berkembang bisa melihat “permainan” apa yang ingin mereka bentuk di dalam perusahaan.

Read the complete article here.

Read More
blog-post-pic1

The Game Changer in Engagement

Telangana Today wrote an article about gamification and its relation to employee engagement:

Yu-kai Chou, pengarang “Actionable gamification: Beyond Points, Badges, and Leaderboards” berkata, “Seseorang tidak mengambil tindakan yang paling hemat, tetapi memilih tindaan yang membuat merasa merasa paling pintar.”

Menurut Bunchball, gamification adalah sebuah proses mengambil hal yang sudah ada, seperti website, pekerjaan atau komunitas, dan mengintegrasikan mekanik game didalamnya untuk memotivasi partisipasi, keterlibatan dan loyalitas. Hal ini melibatkan penempatan mekanik game dalam proses yang sudah ada untuk menghubungkan lagi hubungan antar karyawan maupun antara karyawan dengan konsumen.

Karena berdasarkan psikologi pada pembelajaran, gamification paling berguna dalam situasi dimana karyawan membutuhkan motivasi untuk mempelajari sesuatu dalam perusahaan. Kemudian selama prosesnya, dilakukan pengukuran kenaikan pengetahuan mereka. Misalnya, perusahaan dapat mengaplikasikan gamification dalam proses pembelajaran yang biasa dikenal membosankan untuk dilakukan.

Gamification menarik bagian otak yang aktif ketika diberi hadiah. Selain itu, kritik dan saran yang dibarikan dalam suasana yang menyenangkan akan lebih mudah untuk diterima. Gamification dapat memberikan pengalaman belajar yang positif sehingga lebih efektif dalam membawa perubahan perilaku.

Read the complete article here.

Read More
Office Team

Why Gamifying Employee Training Works

An article published by Training Zone dscussed the reason behind gamification for employee training:

Ketika seseorang mencari cara untuk memperbaiki program pelatihan karyawan, akan ditemui banyak artikel yang membahas gamification. Konsep yang semakin populer ini mempengaruhi pelatihan karyawan karena gamification menawarkan cara yang menarik untuk membuat training lebih masuk diakal. Dengan mengubah sesi pelatihan menjadi semacam game bagi karyawan untuk diselesaikan, para atasan akan menyadari bahwa karyawan melakukan kerja yang lebih baik dalam belajar materi baru, terlibat dalam proses pelatihan dan memulai pekerjaan dengan pemahaman yang lebih.

Pelatihan atau training rutin menjadi kewajiban bagi karyawan dan banyak dari mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan dibandingkan mengikuti sesi yang membosankan. Hasilnya, banyak karyawan yang memilih untuk melewati sesi training atau hanya mengingat beberapa materi hanya agar bisa lulus dari pelatihan. Prinsip gamification adalah mengubah pembelajaran menjadi game dan mempersilakan karyawan untuk memilih pembelajaran sebagai bentuk tantangan atau level sehingga karyawan lebih terlibat secara serius dalam mendalami materi.

Karyawan yang lebih terlibat akan lebih mudah mengingat informasi dalam jangka waktu yang lebih panjang dan lebih efektif. Mereka akan lebih mudah terlibat ketika mereka merasa terhibur atau senang dengan apa yang mereka lakukan, yang menjadi keuntungan dalam pengimplementasian gamification. Gamification membuat pelatihan menjadi lebih mudah dengan menawarkan media yang menyenangkan bagi para karyawan millenial agar tetap terlibat dan tertarik mengikuti pelatihan. Sebagai tambahan, gamification dapat dilakukan di berbagai sektor, seperti customer support, sales, IT hingga level eksekutif.

Read the complete article here.

Read More
Office Team 2

The Benefits of Gamification and An Approach for Implementation

Consultancy UK released an article about the benefits of using gamification and its implementation in workforce :

Di beberapa tahun terakhir ini, gamification telah menjadi cara yang baru dan inovatif dalam memfasilitasi perubahan strategis dan perilaku. Menurut riset dari Gartner, kini lebih dari 70% perusahaan global 2000 yang memiliki paling tidak satu pengaplikasian gamification dalam sistem mereka.

Gamification adalah proses mendorong pengadopsian suatu perilaku tertentu melalui kombinasi psikologi dan teknologi motivasional. Intinya, gamification dirancang untuk mengintegrasikan peraturan atau metode yang telah ditetapkan agar orang-orang menjadi terlibat dalam tugas atau aktivitas yang ada dengan tujuan untuk merangsang partisipasi dan keterlibatan. Proses ini mengambil teknik berbasis data yang digunakan perancang game untuk melibatkan pemain, dan menerapkannya pada pengalaman non-game untuk memimpin karyawan untuk dapat menyesuaikan perilaku yang diinginkan.

Mekanik pada gamification berdasarkan pada kebutuhan psikologi manusia seperti kebutuhan untuk bekompetensi, otonomi dan berkaitan dengan mendorong kebutuhan, keterlibatan dan partisipasi dalam aktivitas yang spesifik. Penggunaannya dalam masalah bisnis dapat dimulai dari menumbuhkan kreativitas untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong perilaku yang dapat mengurangi pengeluaran. Dengan memuaskan kebutuhan psikologi manusia, gamification dapat memotivasi pekerja untuk melakukan tugas berulang kali sambil memberi insentif berupa hadiah atau kompetisi yang sehat antar rekan kerja. Dalam menstimulasi partisipasi yang antusias, gamification dapat mempercepat transisi cara kerja yang baru sehingga nilai tambah perusahan dapat meningkat.

Read the complete article here.

Read More
Teamwork 1

The Easiest Ways To Enhance Productivity And Efficiency At Work

Forbes Middle East posted an article about ways to enhance productivity among employee at work:

Dalam industri bisnis yang dinamis saat ini, tantangan telah menjadi hal yang pasti di setiap sektor. Pasar yang sampai sekarang terus berpegang pada kekuatan motivasi diri kini berhadapan dengan tantangan produktivitas oleh generasi yang mudah bosan. Banyak faktor yang terus mempengaruhi penurunan produktivitas di tempat kerja. Lingkungan kerja yang tidak mendukung, rapat mendadak, bahaya tenggat waktu, adaptasi teknologi dan telekomunikasi yang baru dapat berpotensi menggaggu produktivitas.

Studi yang dilakukan Careerbuilder Hiring Indicator di tahun 2016 mengungkapkan bahwa karyawan berpotensi kehilangan 2-3 jam kerja yang produktif setiap harinya akibat banyaknya distraksi. Produktivitas bisa mati ketika pekerjaan tidak mampu mempertahankan minat karyawan sehingga mereka akan cepat bosan. Namun daripada terus berkutat pada masalah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengembalikan motivasi kerja karyawan.

Tidak ada satu hal yang pasti bagi karyawan yang mampu memotivasi mereka agar terus produktif. Namun produktivitas dapat dibentuk lewat visi dan target perusahaan yang dibangun lewat dinamika tim, kesempatan untuk berkembang dan jalur komunikasi yang jelas. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang menantang, memberikan apresiasi secara teratur bagi karyawan yang telah bekerja dengan baik, dan memberikan ruang bagi karyawan untuk menyuarakan pendapat dan tantangan agar lingkungan kerja yang kondusif bagi pemecahan masalah yang inovatif dan pertumbuhan terpadu dapat terwujud.

Gamification dapat digunakan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif. Lewat gamifciation, pekerjaan yang biasa terasa berat atau sulit dapat dipecah menjadi pekerjaan yang lebih kecil dan mudah sehingga dapat diselesaikan dengan lebih baik. Selain itu, gamification juga memiliki sistem penghargaan yang cepat dan mudah yang akan membuat karyawan lebih terlibat dalam pekerjaannya.

Read the complete article here.

Read More
work 1

Benefits Of Using Gamification In The Workforce

Training Zone released an article about the benefits of using gamification for employee and how to implement it in the workforce:

Karyawan anda adalah orang-orang hebat, namun tugas anda sebagai manajer atau pemilik bisnis untuk mendapatkan yang terbaik dari mereka dengan memunculkan potensi terbaik dari mereka. Istilah gamification telah digunakan di berbagai industri seperti marketing, sumber daya manusia, sales dan enterpreneur dalam beberapa tahun terakhir. Gamification adalah cara yang baik untuk meningkatkan fungsi kognitif, fokus, keterlibatan dan interaksi. Banyak perusahaan yang mengimplementasikan gamification untuk memunculan potensi karyawan. Berikut beberapa cara menggunakan gamification untuk memotivasi, mendorong dan mempertahankan karyawan:

Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Cara terbaik untuk meningkatkan potensi karyawan adalah dengan menghubungkan kemampuan otak mereka. Gamification meningkatkan fungsi otak karena tidak seperti pekerjaan pada umumnya, bermain itu menyenangkan. Game dapat meningkatkan fungsi otak pada dewasa hingga 25 tahun lebih muda. Coba buat permainan dengan tema mendapatkan sales terbanyak atau menyelesaikan lebih banyak followup. Penambahan papan ranking dapat membuat orang melihat kemajuan rekan kerja lainnya sehingga meningkatkan semangat kompetitif mereka. Peningkatan kognitif dapat bertahan hingga 6 bulan setelah bermain.

Bekerja Jadi Semakin Menyenangkan
Gamification menciptakan keinginan untuk menyelesaikan target dan tugas. Hal ini juga memicu bias konsistensi dengan memberi karyawan keinginan untuk dilihat sebagai seseorang yang menyelesaikan semua pekerjaan mereka. Karyawan juga suka membuktikan kepada rekan kerjanya bahwa mereka terlibat dalam kegiatan kerja tim sehingga mereka dapat dipandang sebagai salah satu anggota tim yang sukses.

Gamification adalah cara yang baik untuk memotivasi karyawan. Mereka akan lebih pintar atau paling tidak menggunakan kemampuan otaknya lebih saat mengerjakan tugas. Tim akan lebih terlibat dalam proyek dan hubungan antar keryawan akan lebih terjalin.

Read the complete article here.

Read More
Happy Workplace 2

Gamification: The Secret Weapon of Employee Engagement

CMS Wire published an article about using gamification in different business areas to drive employee engagement:

Saat ini, bisnis global mulai menyadari pentingnya menjalani dan mempertahankan keteribatan dalam lingkungan kerja untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan. Namun menurut studi yang dilakukan AON Hewitt, 4 dari 10 karyawan di seluruh dunia tidak terlibat dalam pekerjaannya, dan kurangnya keterlibatan dapat membahayakan potensi pengembangan bisnis.

Saat 70% usaha transformasi bisnis kini gagal dilakukan karena kurangnya keterlibatan, gamification memberikan jalan keluar yang mampu memulihkan keadaan. Menurut riset dari Gartner, gamification mampu menangani keterlibatan, transparansi pekerjaan dan hubungan antara aksi karyawan dengan hasil bisnis. Karenanya, banyak firma yang memprediksi gamification akan menjadi mekanisme utama dalam transformasi bisnis bagi 70% firma Global 2000 di tahun 2014 dan 40% firma Global 1000 di tahun 2015.

Tanpa memperhatikan demografi karyawan, program gamification dapat disesuaikan untuk memberikan insentif pada perilaku merea. Misalnya, pekerja muda akan lebih banyak meminta saran dan pengakuan dibanding pekerja senior. Tapi menyediakan lingkungan penuh keterlibatan haruslah hemat biaya, dan gamification mampu menyelesaikan tantangan ini.

Untuk memulai gamification terdapat beberapa divisi/area yang dapat menjadi titik awal serta memungkinkan ekspansi bisnis tanpa menghilangkan pengalaman yang menyenangkan dalam mendorong keterlibatan karyawan.

  1. Training & Pembelajaran: Program gamification sesuai untuk program training korporasi. Pemberian hadiah bagi karyawan yang telah menyelesaikan tutorial dan bimbingan lewat misi yang berhubungan dengan pengalaman belajar dapat meningkatkan retensi dan hasil. Program ini dapat digunakan untuk membimbing karyawan baru maupun karyawan senior tentang produk dan peraturan baru.
  2. Kolaborasi: Lewat gamification, perusahaan dapat memotivasi karyawan untuk berbagi, belajar dan berkembang bersama meski berasal dari divisi yang berbeda.
  3. Inovasi: Perusahaan bisa mendorong karyawan dari berbagai divisi untuk memberikan ide serta menumbuhkan inovasi lewat pemberian hadiah bagi ide atau inovasi terbaik.
  4. Budaya Perusahaan: Gamification dapat mempromosikan budaya perusahaan yang positif lewat pemberian hadiah bagi karyawan yang berkolaborasi antar divisi atau program sukarelawan.

Read the complete article here.

Read More
Happy Workplace 1

The Power of Play: How Companies are Using Gamification to Build Engagement

Financial Post released an article about how to build employee engagement through gamification:

Banyak perusahaan di Amerika Utara yang merasakan kesulitan dalam melakukan lebih banyak penghematan biaya dari operasi dan lebih banyak pendapatan tambahan dari pelanggan. Dalam dunia global, hanya bersikap efisien dan memiliki produk yang bagus tidak lagi menjadi formula kemenangan. Di beberapa sektor dewasa seperti layanan keuangan, telekomunikasi dan IT, satu-satunya pembeda yang tersisa mungkin adalah produktivitas pekerja dan loyalitas merek yang lebih tinggi, yang dapat diwujudkan melalui keterlibatan dan antusiasme pelanggan dan karyawan. Di sinilah Gamification bisa berperan. Pendekatan ini memanfaatkan prinsip dan teknik perancangan game dalam lingkungan bisnis untuk mempengaruhi perilaku. Banyak perusahaan dinamis seperti Microsoft, Commonwealth Bank, Nike dan SAP telah menggunakan prinsip game untuk meningkatkan kinerja bisnis dan keuangan.

Pada dasarnya, Gamification terlihat dapat mengubah individu yang tidak terlibat menjadi peserta aktif dan produktif dengan menggunakan kompetisi sosial yang menyenangkan, bukan penghargaan yang biner dan hukuman. Menggunakan permainan dalam lingkungan perusahaan dapat membuat seseorang mengalami perubahan perilaku, daripada hanya mendengar pesan satu arah secara pasif. Jika seseorang menjalani pengalaman ini secara rutin, mereka dapat dengan menciptakan kenangan yang akan terus menempel mengenai perubahan yang diinginkan. Gamification bekerja karena ia sampai pada esensi perilaku manusia, memadukan ekonomi perilaku, ilmu motivasi, dan penyelarasan dorongan individu dan penghargaan dengan tujuan perusahaan.

Akar dari Gamification berasal dari industri game yang telah dikenal dapat mengaitkan dan mempertahankan minat individu dan membuat mereka melakukan hal-hal yang mungkin enggan dilakukan. Bermain adalah aktivitas manusia yang ada sejak dahulu kala. Bermain game telah sukses secara global dalam meningkatkan minat beli pelangga, menciptakan inovasi dalam internal perusaaan , mendukung kolaborasi antar individu dan mempercepat perubahan jangka panjang. Dari contoh tersebut, bermain game memiliki potensi untuk mengubah lingkungan pekerjaan dengan disertai persiapan yang matang.

Read the complete article here.

Read More
Teamwork - discussion in the office

Creating More Productive Companies Through Workplace Gamification

Digitalist Magazine published an article on how gamification helps creating more productive companies:

Riset yang dilakukan Futurist Faith Popcorn menunjukkan 70% perusahaan besear di dunia telah menggunakan beberapa jenis workplace gamification untuk memberi insentif kepada karyawan mereka. Riset dari Gartner juga memperkirakan angka yang sama. Dengan adanya gamification di tempat kerja, atau “enterprise gamification“, perusahaan masa kini telah menemukan cara untuk membuat pekerjaan sehari-hari menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

Gamification adalah penggunaan mekanik game ke dalam konteks non-game. Artinya, ada beberapa elemen yang biasa ditemukan dalam game dipinjam untuk diaplikasikan dalam area yang berbeda. Mulai dari training dan pendidikan, sales dan marketing hingga keterlibatan karyawan. Masih ada perusahaan yang menggunakan metode “carrot-on-a-stick”, yaitu memberikan iming-iming hadiah di depan karyawan agar mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras dan bisa mencapai target. Banyak dari perusahaan tersebut gagal memahami bahwa metode tersebut sulit menginspirasi karyawan generasi saat ini yaitu para millenial. Gamifiction dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin menangani masalah kurangnya keterlibatan karyawan di dalam perusahaan dengan membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

Ada beberapa cara gamification menciptakan tempat kerja menjadi lebih produktif, yaitu:

  • Merangkul teknologi. Bagi banyak karyawan saat ini, gagasan tentang tempat kerja yang bahagia dimulai dengan memiliki teknologi terbaru. Bahkan, ketersediaan teknologi menjadi faktor penting yang membantu mereka menentukan apakah mereka akan mengambil posisi baru atau tetap berpegang pada model lama mereka. Gamification, dengan daya tarik teknologinya, tidak hanya dapat meningkatkan keterlibatan karyawan namun juga mendorong mereka untuk menjadi lebih produktif dengan meningkatkan semangat persaingan mereka melalui tantangan yang mirip seperti dalam permainan.
  • Menggerakkan hasil yang jelas dan tepat. Gamification adalah cara yang baik bagi orang untuk mengukur dengan tepat bagaimana tindakan mereka terhadap tujuan, dan rekan mereka. Hal ini membuat pemberian insentif menjadi mudah, karena insentif dapat dibangun berdasarkan tujuan dan peran karyawan. Sebagai hasilnya, karyawan menjadi termotivasi untuk mengevaluasi kinerjanya dengan lebih baik.
  • Membantu personalisasi. Adanya gamification membantu perusahaan menciptakan insentif yang personal sehingga sesuai dengan masing-masing karyawan. Misalnya karyawan yang berhasil menyelesaikan target akan mendapatkan hadiah uang, tapi bisa juga mendapat hadiah waktu kerja yang lebih fleksibel atau hadiah liburan, sesuai dengan preferensi karyawan.

Read the complete article here